Balap Sepeda Asian Games Tutup Jalur Pantura 5 Jam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Balap Sepeda Asian Games Tutup Jalur Pantura 5 Jam

Balap Sepeda Asian Games Tutup Jalur Pantura 5 Jam

Written By Mang Raka on Selasa, 21 Agustus 2018 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Jalur yang digunakan untuk cabor balap sepeda Asian Games, nantinya akan start dan finish di Subang. Jarak untuk cabor tersebut melintasi tiga kabupaten mulai dari Subang, Purwakarta dan Karawang.
Jika tidak ingin terjebak macet, atau dipaksa mematikan kendaraannya lalu diarahkan ke lokasi parkir hingga 5 jam, Kamis (23/8) lusa jangan melintasi Simpang Mutiara hingga Cikalong. Pasalnya, jalan sepanjang 15 kilometer tersebut akan digunakan untuk jalur balap sepeda. Bukan hanya itu, aksi teror juga menjadi perhatian serius bagi kepolisian dan TNI. Mereka bahkan melakukan simulasi anti teror hingga menerjunkan personel keamanan ke desa-desa untuk mencegah gerakan terorisme.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan venue di Kabupaten Subang menjadi daerah paling rawan saat pelaksanaan Asian Games 2018. Jarak sekitar 145 kilometer dan menggunakan area outdoor, membuat Subang menjadi daerah paling rawan. "Kenapa di Subang? Karena dari pemetaan kerawanan, Subang adalah merupakan yang paling rawan," kata Agung.
Karena kerawanan itulah, jajarannya melakukan simulasi penanganan aksi terorisme dan pembebasan sandera di sebuah hotel di Jalan A.Yani, Subang. Simulasi anti teror itu, kata Agung merupakan rangkaian rencana operasi Among Raga Lodaya 2018. Operasi tersebut bertujuan untuk pengamanan seluruh aktivitas Asian Games 2018 yang nantinya akan dilaksanakan di beberapa daerah di Jabar. "Paling tidak kami latihan di tempat yang dianggap rawan. Agar bisa selalu menciptakan situasi yang selalu kondusif bukan hanya di venue, tapi seluruh Jawa barat," ucapnya.
Komandan Kodim 0604 Karawang Letkol Inf Endang Sumardi mengatakan, anggota Kodim yang diturunkan untuk mengamankan Asian Games sebanyak 250 personel dibantu dari Kostrad yang di BKO-kan ke Karawang dan Subang sebanyak 200 personel. Tugas mereka adalah membantu kepolisian selama pelaksanaan Asian Games berlangsung. "Kebetulan di Kabupaten Karawang ada jalur balap sepeda," kata Endang Sumardi.  Menurut dia, selama berlangsungnya Asian Games, anggota Kodim tidak hanya melakukan pengamanan di seputar lokasi balap sepeda. Mereka juga mengamankan seluruh wilayah Karawang dari ancaman teroris yang dapat mengganggu Asian Games.  "Kami harus memastikan selama pelaksanaan Asian Games Kabupaten Karawang dalam kondisi aman dari gangguan apapun," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Arief Bijaksana menyampaikan, jalur balap sepeda harus steril dari kendaraan. Untuk itu, penutupan jalan dimulai pukul 08.00 sampai 12.00. "Tanggal 23 Agustus 2018, jalur tersebut akan ditutup total selama 5 jam," ungkap Arief kepada Radar Karawang, Senin (20/8) kemarin.
Untuk mengantisipasi kemacetan, kata Arief, dilakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari Cikampek akan diarahkan ke fly over lalu menuju Tirtamulya. Sedangkan pengendara dari arah pantura diarahkan ke Cilamaya. "Jika sudah terlanjur masuk ke jalur lintasan sepeda, akan diberhentikan lalu dimasukan ke kantung-kantung parkir," ujarnya.
Ia melanjutkan, kantung-kantung parkir yang disiapkan yaitu di beberapa rumah makan sepanjang jalur Cikalong sampai Pangulah. "Kita manfaatkan rumah makan karena halamannya luas. Jadi untuk sementara kendaraan dimasukan ke sana," ungkapnya.
Ditanya soal kemacetan parah, Arief mengatakan, selain gencar sosialisasi kepada masyarakat, pihaknya juga sudah melakukan beberapa kali simulasi penutupan jalur. Hasilnya, tidak terjadi kemacetan yang begitu panjang. "Sudah dua kali simulasi sih nggak terlalu macet. Mudah-mudahan saja pada saat pelaksanaan berjalan sesuai perencanaan," tandasnya.
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, ada enam kantong parkir kendaraan selama pelaksanaan pertandingan balap sepeda jalan raya Asian Games. "Kami menyiapkan enam kantong parkir, di antaranya di SPBU, sejumlah rumah makan, sekolah, dan jembatan timbang Jatisari," ujar Slamet.
Slamet mengatakan, kendaraan yang diistirahatkan akan diberangkatkan kembali ketika para atlet nomor balap sepeda jalan raya Asian Games 2018 sudah melintas. "Jalur pantura Jomin-Cikalong ditutup total selama empat jam," katanya.
Polisi bersama petugas Dinas Perhubungan Karawang dan stakeholder lain juga mengalihkan arus kendaraan menuju jalur-jalur alternatif. Kendaraan besar, lanjut dia, akan dialihkan ke Dawuan, kemudian masuk tol.  Pengalihan ini terutama dilakukan di Dawuan. Slamet menyebut pihaknya mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk teror. "Semua kemungkinan kami antisipasi. Simulasi pengamanan juga sudah dilaksanakan, kemudian kami evaluasi apa yang harus diperbaiki dari segi keamanan," ujar Slamet.
Saeful, seorang tenaga pengajar di MA Al Ahliyah mengaku sudah mengetahui hari Kamis nanti akan digelar balap sepeda Asian Games 2018. "Iya sudah tau, karena tadi ada dari polisi memberitahu ke sekolah kalau tanggal 23 nanti ada penutupan jalan. Jadi siswa yang biasa melintasi jalan itu akan dialihkan ke jalan alternatif lain," katanya.
Muhamad Sopian, warga Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, mengaku sudah mengetahui ada penutupan jalan dari Simpang Mutiara sampai Cikalong. "Nanti tanggal 23 bakal ditutup total katanya. Warga disini paling lewat Cibodas kalau mau bepergian," ujarnya.
Warga lain, Asep Suhadi asal Desa Jomin Timur juga sudah tahu akan ada perlombaan balap sepeda Asian Games yang akan melintasi Simpang sampai Cikalong. "Iya tanggal 23 ada Asian Games, tapi ditutup dari jam 8 sampai jam 1 siang. Kalau pagi mah masih bisa lewat kayaknya," ungkapnya. (cr2/psn/rm
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template