Awas, Disdikpora Larang Sekolah Lakukan Pungutan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awas, Disdikpora Larang Sekolah Lakukan Pungutan

Awas, Disdikpora Larang Sekolah Lakukan Pungutan

Written By Admin Raka on Rabu, 01 Agustus 2018 | 17.00.00

RAWAMERTA, RAKA - Tindakan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kutawargi 1, Kecamatan Rawamerta, yang meminta uang Rp 150 ribu per orang tua siswa untuk pembangunan sekolah karena akan akreditasi, tidak dibenarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang. Selain itu, disdikpora juga melarang sekolah menjual buku pada siswa.

Cecep Mulyawan Kepala Bidang SMP Disdikpora Karawang, mengatakan, disdikpora sudah menyebarkan surat edaran pada tiap sekolah. Jika tidak mengindahkan surat edaran tersebut, maka pihak sekolah akan mendapatkan konsekuensi. "Disdikpora Karawang sudah memberikan surat edaran kepada SD dan SMP untuk tidak menjual bukudi sekolah," ucapnya,  kepada Radar Karawang, Selasa (31/7) kemarin.

Ia menjelasakan, dalam isi surat edaran tersebut, ada tiga poin yang tidak diperbolehkan untuk pihak sekolan. Diantaranya, tidak ada penjualan buku LKS di sekolah, Tidak mewajibkan kepada siswa untuk membeli buku karena pembelian buku ada bantuan operasional sekolah (BOS) buku dan tidak mengarahkan pembelian buku ke salah satu toko. Jika pihak sekolah tidak mengindahkan, maka akan mendapatkan konsekuensi "Untuk sanksi tertulis belum ada. Namun, hal itu akan menjadi catatan kami. Karena ada penilaian untuk kepala sekolah," katanya.

Selain itu, pihak sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada orang tua siswa untuk pembangungan dalam akreditasi sekolah. Karena hal itu sudah tanggung jawab pemerintah. "Tidak ada kaitannya dengan orang tua siswa. Karena hal itu kewenangan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah. Jika sekolah pihak sekolah membebankan wali murid maka akan mendapatkan konsekuesinya," tuturnya.

Sebelumnya, orang tua siswa SDN Kutawargi 1 kecewa dengan pungutan di sekolah tersebut. Bahkan kekesalan tersebut diluapkan dengan menanda tangani surat penolakan. Perwakilan orang tua siswa, Deni Kusnaedi, telah menyambangi pihak sekolah agar pungutan tersebut segera ditiadakan. Namun tetap tak digubris oleh pihak sekolah, sehingga menyulut amarah para orang tua siswa. "Sebagai wali murid juga, saya sudah katakan kepada kepsek sebelumnya. Agar pungutan tersebut tidak dilakukan, tapi seolah gak didengar," ucapnya.

Sementara, Kepala SDN Kutawargi 1, Hj Laelatussa'adah saat di konfirmasi via seluler mengaku, uang pungutan tersebut untuk membangun gudang, karena sebentar lagi akan dilakuukan akreditasi. "Untuk membangun gudang, sebentar lagi akreditasi, teras bangku siswa dan guru, torn penampungn air, membuat pagar mini di depan, ngeramik depan kelas dan depan perpus," pungkasnya. (acu/rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template