Anggota DPRD Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anggota DPRD Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara

Anggota DPRD Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara

Written By Admin Raka on Senin, 27 Agustus 2018 | 17.15.00

RENGASDENGLOK, RAKA- Unsur babi yang terkandung dalam vaksin Measles dan Rubella masih menuai polemik. Setelah sebelumnya beberapa kepala sekolah menolak dilaksanakan vaksin tersebut. Saat ini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang komisi D mengimbau agar program vasksin MR tersebut dapat dihentikan sebelum ada vaksin lain yang dinilai halal.

Menurut anggota DPRD Karawang dari Fraksi Gerindra, H Endang Sodikin, vaksin MR yang mengandung babi telah tersuntikan kepada siswa di 28 provinsi. Namun kandungannya baru-baru ini diketahui ada unsur babi. Menurutnya hal tersebut merupakan kelalaian pemerintah yang dinilai telat dalam melakukan riset atau penelitian tentang adanya kandungan unsur babi dalam vaksin MR. “Pemerintah lengah dalam melakukan penelitian. Seharusnya, kemenkes memberikan rekomendasi kepada pemerintah,” katanya kepada Radar Karawang, Minggu (26/8) kemarin.

Selain itu, kandungan babi yang ada dalam vaksin MR tetap  haram hukumnya. Karena tidak ada yang dapat menfubah hukum haram menjadi halal. Hanya saja, dalam kasus MR ini dinyatakan darurat bagi kelangsungan kesehatan masyarakat, khususnya kepada siswa sekolah. Di sisi lain, bahaya juga jika anak Indonesia tidak menerima vaksin MR, karena vaksin ini merupakan pencegahan bagi anak agar terhindar dari penyakit campak. Apalagi bahaya bagi ibu hamil yang kalau tidak segera divaksin MR, akan menyebabkan kecatatan pada bayi yang akan di lahirkannya. “Mungkin pemerintah belum menyediakan anggaran APBN untuk penelitiannnya,” ujarnya.

Hal  senada di katakana anggota DPRD lainnya di komisi D Fraksi Golkar, Asep Ibe, vaksin MR yang di berikan kepada siswa sekolah harus di hentikan sebelum adanya vasin baru yang betul-betul halal. Meskipun dinyatakan darurat, namun kandungan babi yang terdapat di dalamnya tidak dapat mengubah hukum haram menjadi halal. “Vaksin MR tidak digunakan lagi sebelum ada vaksin yang halal,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template