Ancaman Kaki Gajah Belum Berakhir Sampai 2020 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ancaman Kaki Gajah Belum Berakhir Sampai 2020

Ancaman Kaki Gajah Belum Berakhir Sampai 2020

Written By Admin Raka on Sabtu, 11 Agustus 2018 | 13.45.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Ancaman penyakit kaki gajah atau filariasis belum berakhir, paling tidak hingga 2020 mendatang, angka tahun yang diharapkan menjadi momentum mengeliminasi filariasis di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur.

Untuk itu, kemarin (10/8) Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Telukjambe Timur bekerjasama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberikan obat cacing kepada sekitar 419 siswa sekolah dasar di wilayah tersebut. "Kegiatan pemberian obat cacing ini untuk mendukung eliminasi filariasis sampai tahun 2020," ucap Ahmad, petugas puskesmas Telukjambe Timur, disela-sela kegiatan pemberian obat cacing kepada 419 siswa SDN Sirnabaya 2.

Dijelaskan Ahmad, kaki gajah penyakit menular disebabkan cacing dan banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Pemerintah sudah mencanangkan program pengeliminasian penyakit hingga 2020 mendatang. "Program eliminasi ini memiliki sasaran anak usia anak 1 sampai 12 tahun. Obat cacing yang digunakan dalam program ini adalah albenzadol. Obat ini aman dan tidak menimbulkan efek samping," terang Ahmad.

Sementara pelaksanaan dimulai bulan Agustus hingga selesai dan terintegrasi dengan program pemberian vitamin A pada anak balita di setiap Posyandu dan Usaha Kesehatan Sekolah di tiap sekolah. Untuk itu Ahmad berharap pihak sekolah bisa memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan agar tidak terinfeksi cacing. "Siswa harus diajari tentang cuci tangan dengan sabun setelah Buang Air Besar dan sebelum makan. Minum air yang sudah direbus, buang air besar di jamban, dan menjaga kebersihan makanan dari lalat," ucapnya.
Bahkan, lanjut Ahmad, kalau bisa setiap satu minggu sekali guru harus melakukan pemeriksaan kebersihan tangan siswa, apakah sudah dipotong kukunya, juga memeriksa gigi dan mulut.

Kepala SDN Sirnabaya II Marselina mengatakan sebelum petugas puskesmas memberi obat cacing kepada anak-anak, terlebih dahulu petugas-petugas kesehatan sekolah memberikan penyuluhan tentang  penyakit yang disebabkan cacing dan juga cara memakan obat cacing yang benar. Melalui pemberian obat itu Marselina berharap anak didiknya terbebas dari penyakit filariasis. "Semoga anak-anak didik kita bisa terbebas dari penyakit kaki gajah,” ucap Marselina. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template