50 Puskesmas Mau Ganti Nama BLUD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 50 Puskesmas Mau Ganti Nama BLUD

50 Puskesmas Mau Ganti Nama BLUD

Written By Admin Raka on Senin, 27 Agustus 2018 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Awal 2019 mendatang sebanyak 50 Puskesmas akan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Perubahan status itu dinilai perlu dilakukan guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr. Yuska Yasin mengatakan itu kepada Radar Karawang, akhir pekan kemarin. Bahkan dia mengatakan Januari depan rencana itu akan direalisasikan. "Puskesmas itu di Badan Layanan Umum Daerah kan," ujar Yasin. Dia ingin mengatakan kalau Puskesmas akan berubah nama menjadi Badan Layanan Umum  Daerah.

Kata Yuska, saat ini juga sebetulnya sebagian Puskesmas di Karawang sudah memulai cara-cara BLUD, hanya saja presentasinya yang belum betul-betul secara maksimal dalam pemberian pelayanannya. "Sekarang juga sebetulnya sudah mulai meski masih sebatas hanya presentasinya saja," ucap Yasin dan menyebutkan jumlah puskesmas yang akan berganti nama itu semuanya ada 50. Puluhan puskesmas itu sekarng sedang dipersiapkan.

Masih dikatakan Yuska, pihaknyapun berharap agar BLUD itu ditahun mendatang bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat Karawang, terutama warga pesisir kota Karawang untuk menikmati pelayanan kesehatan di pusat kota. "Target kita sampai 2 tahun semua pusat kesehatan masyarakat dengan tempat perawatan (DTP), sehingga dengan otomatis pelayanan tidak harus lagi ke rumah sakit cukup di Puskesmas," katanya.

Disinggung persoalan BPJS, Yuska menegaskan jika pelayanan yang ada di setiap wilayah untuk masalah kesehatan itu semuanya gratis alias tidak dipungut biaya. "Adanya DTP nanti masyarakat sudah tidak perlu lagi ke rumah sakit sehingga RS tidak penuh, pelayanan semuanya gratis apalagi pakai BPJS," paparnya.

Sebelumnya Yuska Yasin juga menyinggung ancaman penyakit kulit terhadap warga di daerah-daerah terdampak kekeringan. Hal itu bisa terjadi karena pada kondisi seperti itu warga sudah tidak peduli lagi terhadap kualitas air bersih. Asal bisa menjadi air pembersih itupun dianggap layak untuk mencuci pakaian. Makanya Yusca mengingatkan jajarannya di wilayah untuk melakukan penyuluhan kesehatan terhadap warga-warga terdampak kering.

Yuska mengatakan penyuluhan kesehatan yang diberikan terutama mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan masyarakat, untuk menghindari terjangkitnya penyakit kulit, tipes dan diaere. "Kurangnya air itu dampaknya sudah pasti ada, salah satunya kekurangan air bersih dan bisa jadi air yang dipakai itu tidak sehat," katanya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template