Warga Parakan Badak Tuntut Janji Wabup - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Parakan Badak Tuntut Janji Wabup

Warga Parakan Badak Tuntut Janji Wabup

Written By Admin Raka on Senin, 23 Juli 2018 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Warga Kampung Kopi Kulon, Desa Kutalanggeng menagih janji Pemerintah Kabupaten Karawang untuk membuatkan mereka jembatan di atas Sungai Ciawitamiang. Jembatan itu merupakan satu-satunya jalan penghubung dengan kampung-kampung tetangga.

Bahkan ketika itu Wakil Bupati H. Ahmad Zamakhsyari sendiri datang ke lokasi. Wabup memerintahkan agar dinas terkait bisa secepatnya membangun jembatan. Malah wabup sempat merogo koceknya dan menyumbang Rp 5.000.000 yang saat itu diserahkan kepada Plt Camat Tegalwaru Udin Samsudin SH, agar dilakukan perbaikan terhadap jembatan bambu yang selama ini digunakan warga. Jembatan itu merupakan jembatan sementara sambil menunggu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membuat jembatan permanen.

Saat ini jembatan bambu itu sudah itu sudah hancur. Memang di pasang kawat Sling sebagai penguat tapi kabel kawat baja itu tidak terpasang dengan baik. Bahkan warga sekitar yang menggunakan motor memilih menggunakan akses sungai agar bisa sampai ke seberang sungai Ciawitamiang. Dan terlihat beberapa karung yang di isi tanah di gunakan sebagai penguat bibir sungai agar membuat kendaraan yang lalu lalang menjadi aman.

"Saya pikir dengan kunjungan wakil bupati dulu itu pembangunan jembatan bisa langsung dikerjakan, tapi ternyata sampai sekarang belum diperbaiki. Sedang kawat sling yang digunakan itu sebetulnya tidak membuat jembatan kuat, bahkan anak sekolah saja melintas dijembatan itu takut," tandas tokoh masyarakat Parakan Badak Hartoman (44), Minggu (22/7).

Winayah (30) juga warga Kampung Parakan Badak juga mengungkapkan hal sama. Jembatan penghubung itu cukup penting bukan bagi akses pertanian dan sekolah tetapi juga dalam melakukan aktifitas perekonomian. Dia mengemukakan perihal kesehatan bagi warga Dusun kopi merupakan sesuatu yang sangat vital juga. Kadang Winayah berfikir warga dusun Kopi harus sehat karena kalau sakit pada malam hari terlebih musim hujan pasti kesulitan untuk melakukan evakuasi pengobatan. "Apalagi kalau air sungai tengah deras pasti kebingungan sehingga kami malam kalau sakit mendingan ditahan, nah kalau udah siang baru berobat," ucapnya. 

Winayah berharap dengan adanya perbaikan jembatan secepatnya akses ke kampungnya jauh lebih nyaman. Sehingga untuk keperluan evakuasi warga yang sakit maupun jalan anak sekolah ke sekolahnya bisa lebih aman. "Jangan seperti sekarang ini jembatannya dari bambu yang hampir roboh dan kami gunakan ruas sungai untuk bisa di lintasi," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template