Warga Khawatir Rumahnya Diseruduk Truk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Khawatir Rumahnya Diseruduk Truk

Warga Khawatir Rumahnya Diseruduk Truk

Written By Admin Raka on Sabtu, 14 Juli 2018 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Warga Kampung Calung, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat kembali dicekam kecemasan, setelah truk-truk sarat material bangunan melintas lagi di wilayahnya. Sebelumnya warga merasa nyaman karena truk-truk tersebut dilarang melintas di perlintasan desa mereka.

"Waktu ada pelarangan truk besar melintasi kami merasakan nyaman. Tapi sekarang kami kembali cemas, truk-truk itu entah kenapa dibiarkan melintas lagi. Kami merasakan setiap kali truk itu melintas ada perasaan ngeri kami rasakan dari dalam rumah. Maklum rumah kami berada persis dipinggir jalan yang dilintasi truk itu," ungkap H. Miftah (64) warga Kampung Calung, Jumat (13/7).

Masih diungkapkan Miftah, perasaan mencekam selalu mereka rasakan terutama ketika ada konvoi truk melintas. Suara aktifitas truk itu seperti menderu-deru sehingga menimbulkan suasana mencekam bagi yang mendengarnya dari dalam rumah. "Apalagi kalau ada truk konvoi yang berderet sampai tiga bahkan empat mobil kami merasa takut kalau-kalau truk itu bersenggolan sehingga menyasar kerumah kami," papar Miftah.

Untuk itu, Miftah berharap supaya pemerintah pro aktif melakukan pengawasan kendaraan besar yang masuk wilayah selatan. Secara kasat mata masih banyak truk bermuatan berat yang muatannya melebihi beban. "Sekarang jalan utama Badami - Loji mulai penuh sesak kendaraan selain aktifitas pekerja yang mulai aktif kembali bekerja. Jalanan pun sudah penuh dengan truk-truk besar.  Alhasil, kami pun kembali kepada penderitaan awal yakni dicekam ketakutan," ucapnya.

Sementara Dawiyah (33) warga lainnya mengungkapkan hal yang sama. Dia merasa ngeri jika berjalan kaki pinggir jalan saat ada truk melintas. Bukan saja kendaraan penuh sesak tetapi juga mengincar keselamatan dirinya. Terlebih sore hari banyak aktifitas anak-anak yang tengah mengisi liburan bermain sepeda di pinggiran jalan utama Badami-Loji.

"Mereka seperti tidak memberi ruang untuk pejalan kaki. Mereka mengendarai truknya terlalu kepinggir sehingga nyaris menyentuh bibir jalan yang mestinya bisa digunakan wargas untuk berjalan kaki," ucapnya. Padahal terang Dawiyah dipinggir jalan itu suka ada ada anak SD yang sedang berjalan kaki sambil bermain.

Ditemui di meja kerjanya, Camat Tegalwaru Maman Nuryaman mengaakan kebijakan perihal jalan raya bukan ada di ranah Dirinya, hanya saja masyarakat diharapkan waspada. Dan perihal anak anak yang bermain di jalan raya bisa disergah agar tidak bermain di jalan utama itu. "Stakeholdernya sudah jelas itu Dinas Perhubungan yang berkompeten," tandas Camat Maman. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template