Waker Diminta Adil Distribusi Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waker Diminta Adil Distribusi Air

Waker Diminta Adil Distribusi Air

Written By Admin Raka on Senin, 02 Juli 2018 | 15.00.00

Petani Diingatkan Tanam Serentak 

TEMPURAN, RAKA - Petani golongan air 3 Kecamatan Tempuran siap-siap melakukan tanam serentak. Apalagi saat ini air di saluran tersier dan sekunder yang melintas di wilayah tersebut sudah melimpah.

"Ada sekitar 850 hektare sawah digolongan air 3 sudah melakukan olah tanah dan 250 hektare diantaranya malah sudah mulai tanam," ucap Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tempuran Yadi, kemarin. Untuk saat ini, terang Yadi, air yang mengalir ke golongan air 3 masih mencukupi, khususnya yang baru tanam dan olah tanah di Desa Dayeuhluhur dan Jayanegara.

Karena itu, Yadi, berharap para petani dan kelompok tani untuk melaksanakan segera pengolahan atau traktor sawahnya dan tanam serempak, karena dengan percepatan ini diharapkan satu hamparan bisa lancar pertumbuhannya dan pengendalian hama terpadu juga lebih tepat sasaran. "Olah tanah dan tanam serentak harus segera dipercepat selagi air sudah masuk dan jangan menunda-nunda," tandasnya.

Senada itu Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang Dedi S mengatakan untuk Lemahabang, sawah yang sudah memasuki masa pengolahan sudah mencapai 3798 hektare dan air yang masuk mencukupi. Diharapkan, baik di masa tanam maupun proses pertumbuhan vegetatif dan generatif, air dalam kondisi cukup. Apalagi mengingat musim kering yang cukup panjang dan dikhawatirkan kekurangan air.

Ragam varietas sebut Dedi, ditanam di areal pesawahan Kecamatan Lemahabang, mulai Ciherang, invari maupun Mekongga, semoga saja, tanam serentak ini bisa dilaksanakan optimal para petani, begitupun kelompok taninya yang dimintanya pro aktif memberikan imbauan untuk sukseskan percepatan tanam musim gadu tahun ini. "Air, alhamdulillah sementara cukup, sebagian malah sudah ada yang melakukan pengolahan dan tanam," katanya.

Pegawai Desa Pulojaya Atam mengaku tanam serentak hanya diikuti petani kalau memang air cukup, tinggal ia meminta Waker dan ulu-ulu selalu berjaga di pintu air di musim kering maupun saat banjir. Khususnya sebut Atam, di pintu air Peundeuy yang alirannya sampai Cilamaya dan Tempuran, selain banyak saluran yang rusak, juga bagi-bagi air diharapkannya profesional saat musim olah tanam dan olah tanah saat ini.

Sebab, tidak jarang, bendungan Peundeuy ini di demo para petani Cilamaya karena air dianggap lambat masuk, khususnya digolongan air hilir. "Olah tanah dan tanam ini perlu air, maka diharapkan Waker siaga selalu soal air. Jangan sampai ada yang mengeluhkan kekurangan air," ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template