Waduh, Nikah Beda Agama Lagi Ngetrend Nih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waduh, Nikah Beda Agama Lagi Ngetrend Nih

Waduh, Nikah Beda Agama Lagi Ngetrend Nih

Written By Admin Raka on Selasa, 10 Juli 2018 | 15.30.00

KLARI, RAKA - Di Indonesia Khususnya di Karawang bulan-bulan tertentu sering mengalami peningkatan untuk dilangsungkan pernikahan. Seprti yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Klari, tercatat setiap bulan Syawal dan Dzulhijah angka pernikahan selalu tinggi, bahkan sering ada yang berbeda agama.

"Di bulan Syawal dan Haji banyak sekali permintaan untuk menikah, apalagi kami sering menemukan pernikahan beda agama," ujar Syamsuri, Staff Tata Usaha KUA Kecamatan Klari, saat berbincang-bincang dengan Radar Karawang di ruang kerjanya, Senin (9/7).

Pada umumnya, tambah Syamsuri, warga sering melangsungkan pernikahan di rumahnya masing-masing, hal itu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat. Karena masyarakat lebih mudah untuk melakukan acara resepsi, namun dikenakan biaya khusus tidak seperti menikah di KUA. "Untuk menikah di kantor KUA itu gratis, tapi untuk di luar kantor ataupun di luar jam kerja akan dikenakan biaya sebesar Rp600.000," tambah Syamsuri.

Menurut UU Pernikahan yang terbaru dijelaskan, bahwa untuk minimal umur melangsungkan pernikahan itu 18 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Namun untuk rata-rata usia menikah di Kecamatan Klari yaitu umur 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. "Dengan umur yang matang masyarakat sudah mulai dewasa dari emosional, psikis dan juga sistem reproduksinya," ujarnya.

Namun syamsuri menambahkan, bahwa jika terdapat warga yang ingin menikah di bawah umur karena terjadi kecelakaan atau hamil sebelum menikah, maka pasangan tersebut harus mendapatkan izin dan surat rekomendasi dari pengadilan agama. "Berbeda dengan yang menikah beda agama, kami sering melakukan penolakan kepada pasangan yang berbeda agama sampai pasangan tersebut benar-benar menentukan agama yang dipilihnya. Karena, agama itu bukan untuk dipermainkan," ujarnya.
Dia menyampaikan, KUA Kecamatan Klari selama bulan Syawal dan bulan Dzulhijah menerima pasangan untuk dinikahkan sebanyak 10 pasangan perhari dan di luar bulan itu paling sedikitnya sehari 2. "Tapi kalau untuk yang menikah beda agama, paling biasanya di bulan Syawal dan Dzulhijjah, masing-masing dua pasangan," bebernya. (cr1)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template