Wabup Sebut Disnakertrans Lemot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wabup Sebut Disnakertrans Lemot

Wabup Sebut Disnakertrans Lemot

Written By Admin Raka on Selasa, 24 Juli 2018 | 16.00.00

TELAGASARI, RAKA - Jika berhasil, rencana pemerintah daerah yang akan 'mengawinkan' perusahan dan SMK di Karawang ini, bukan saja akan menekan tingginya angka pengangguran, tetapi juga sebagai terobosan peningkatan status sosial dan ekonomi masyarakat Karawang.

"Program magang dan beasiswa pendidikan ke luar negeri ini yang jadi sasaran program 'Kawin' tersebut," ucap Kadisnakertrans Suroto, Senin (23/7). Dia mengemukakan itu saat berlangsungnya rapat dadakan di Telagasari bersama sejumlah HRD dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Dikatanan Suroto, belajar dari kesuksesan SMK PGRI Telagasari dalam program pemagangan dan beasiswa kuliah S1 ke berbagai negara atas kerjasama Perusahaan dan Universitas dengan sekolah tersebut, dirinya bersama Wakil Bupati sama-sama mendorong dan terinspirasi untuk mengawinkan perusahaan yang ada di Karawang dengan SMK yang ada di Karawang.

Dari ribuan perusahaan yang ada, misalnya satu perusahaan saja yang memberikan beasiswa dan program magang ke luar negeri sebanyak 10 anak di kalikan 500 perusahaan saja dulu, dalam setahun sudah ada 5000 anak binaan perusahaan yang memiliki skill yang terampil dan siap memberikan kontribusi bagi perusahaan di Karawang. Apalagi, yang dikuliahkan sampai jenjang S1, sehingga kedepan, industri di Karawang tidak akan sulit rasanya mencari tenaga dengan kompetensi dan keterampilan dengan status S1, semuanya sudah tersedia dengan optimal.

Karena itu, pihaknya siap dorong untuk peningkatan kemampuan para lulusan SMK lewat wacana program kawin ini. "Tidak usah banyak, satu perusahaan untuk kuliah dan magangkan siswa SMK 10 orang saja keluar negeri, untuk 500 perusahaan saja sudah 5000 dalam setahun lulusan magang dan lulusan S1 kita punya kompetensi yang baik," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari mengatakan suatu kebanggaan jika ada pihak SMK melepas anak kuliah di Taiwan, 3 hari kerja 2 hari kuliah selama 2 tahun dapat tunjangan Rp 9 juta perbulan, pulang ke Indonesia kemudian direkrut perusahaan. Mengapa tidak hal ini diikuti 1.768 perusahaan yang ada di Karawang. "Kalau seandainya Disnaker tidak lemot program semacam ini seharusnya bisa berjalan optimal dihampir semua SMK di Karawang," ucap Jimmy, sapaan akrab Wabup Ahmad Zamakhsyari.

Untuk itu, sebut Wabup, ia inginkan semua perusahaan bisa menguliahkan anak-anak SMK di Karawang, dan juga bisa memberi kesempatan magang keluar negeri. Tidak usah banyak-banyak, minimal 1 perusahaan 10 anak SMK  saja setiap tahun, kalau dikalikan 1.000 perusahaan saja sudah 10 ribu anak memiliki kompetensi yang handal atas binaan perusahaan. Maka dari itu, SMK dengan perusahaan ini harus di kawinkan dan Disnaker, ia minta kumpulkan semua manajemen atau HARD perusahaan yang ada di Karawang, agar kiranya Sudi kawin dengan SMK yang ada di Karawang untuk program semacam ini.

Jangan sampai, sebut Jimmy, anak-anak lulusan Karawang, capek-capek panas-panasan antre dengan modal air mineral satu botol di BLK Disnaker, tapi ujung-ujungnya tidak kunjung diterima juga di perusahaan. "Gampang kok urus tenaga kerja mah, asalkan nawaetunya bener. Ayo kita gulung tuh perusahaan, kawinkan dengan SMK yang ada di Karawang, gak susah kan," sebutnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template