Utik: Dasar Pungutan Permendikbud - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Utik: Dasar Pungutan Permendikbud

Utik: Dasar Pungutan Permendikbud

Written By Admin Raka on Kamis, 26 Juli 2018 | 18.30.00

KARAWANG, RAKA - Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kabupaten Karawang Utik Surtikah akhirnya berbicara terkait tudingan sudah melakukan pungutan. Menurut Utik apa yang dilakukan itu telah mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) no.6 th 2018.


"Pungutan yang dilakukan berdasarkan Permendikbud No.6 tahun 2018," Ucap Utik kepada Radar Karawang, Rabu (25/7). Sedangkan penguatan kepala sekolah yang dilaksanakan merupakan bentuk implementasi Permendikbud itu, dan pelaksananya LP2KS yang ditunjuk resmi Dirjen Tendik, dan mereka memilih tempatnya di Jogyakarta.


Belum lagi kata dia, kabar beradar surat yang dilayangkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diarahkan kepada dirinya untuk mengembalikan uang dengan jumlah yang besar.

Padahal isi dari surat tersebut, kata dia, ditujukan kepada Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) perihal review penguatan pelaksanaan pengawas dan kepala sekolah. "Surat PK Mendikbud itu tertanggal 19 Juli 2018
. Kegiatan kami selesai tangal 10 Juli 2018. Jadi kami sudah selesai pelaksanaanNya," jelasnya.


Selain itu, terang Utik, perlu digaris bawahi tidak ada kata-kata yang tertuju untuk Ketua K3S utik Surtika, apalagi yag berkenaan dengan pengembalian dana. Sedangkan yang ramai diperbincangan surat dari kementrian tersebut dikhususkan untuk dirinya.

Utik juga mengingatkan, semua pembiayaan itu wajib memakai dana Sertifikasi yang telah diamanati pada UU guru dan dosen.

Sedangkan di pasal 16 dan pasal 20 menyebutkan pelaksanaan yang menghabiskan dana sebesar 10 juta, itupun kata dia sudah termasuk penginapan di hotel berbintang selama 7 hari serta membayar kebutuhan penguatan, transportasi, jaket dan kaos serta ditutup dengan rekreasi. "Simplenya di hari libur sambil berlibur ada kegiatan peningkatan mutu bagi para kepala sekolah," ucapnya.


Sementara Kepala SDN Cicinde Utara 1 Satori mengaku tidak merasa keberatan dengan pelaksanaan penguatan kinerja kepala sekolah yang dilaksanakan di Jogja beberapa hari lalu. Justru, kata dia, termasuk dirinya, kalau bisa seluruh kepala sekolah wajib penguatan kinerja. "Kalaupun harus membayar tinggi pun karena fasilitas yang kami terima sangat sangat baik. Saya berani kok, toh kegiatan penguatan ini bagus untuk kepala sekolah. Saya tidak keberatan," akunya. (Acu)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template