Tinggal di Karawang tapi Mengaku Warga Purwakarta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tinggal di Karawang tapi Mengaku Warga Purwakarta

Tinggal di Karawang tapi Mengaku Warga Purwakarta

Written By Admin Raka on Selasa, 17 Juli 2018 | 13.30.00

TEGALWARU, RAKA - Perihal batas wilayah Kabupaten Karawang dengan kabupaten Purwakarta sempat mencuat. Setelah sempat reda, persoalan tersebut kini kembali mengemuka. Seperti terjadi, Senin (16/7) warga Desa Kutamaneuh Kecamatan Tegalwaru meributkan lagi tanda batas kedua wilayah itu.

Data lapangan yang dihimpun Radar Karawang, hingga saat ini tidak ada tanda yang mencirikan batas wilayah Karawang dan Purwakarta. Warga perbatasan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta kebingungan tempat tinggal mereka termasuk wilayah Purwakarta atau Karawang. Sehingga menjadi jelas untuk pengurusan administratifnya harus ke Karawang atau Purwakarta.
"Yang kitas tahu batas wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta adalah Sungai Cisurupan. Namun itupun hanya kami dan warga desa perbatasan di wilayah Purwakarta saja yang tahu. Tetapi kalau pendatang tidak tahu apakah masuk kabupaten Karawang atau Purwakarta. Soalnya tidak ada ciri penegasan tapal batasnya," tandas Kepala Desa Kutamaneuh Adang kepada Radar Karawang.

Menurut Adang akan jauh lebih baik jika tapal batas wilayah Kabupaten bisa dibangunkan di perbatasan yang sudah disepakati bersama. hal itu perlu agar masyarakat tidak masuk dalam persoalan sengketa tapal batas wilayah. Mungkin saat ini jauh dari konflik namun bukan tidak mungkin kalau suatu waktu akan menjadi sebuah persoalan batas wilayah .

"Kalau pemerintah desa tidak ada kewenangan membangun tapal batas. Makanya harapan kami Pemkab bisa bangun batas wilayahnya, biar nanti tidak jadi persoalan konflik agraria. Mumpung tokoh nasional yang tahu batas wilayah masih ada ya kita kan bisa minta pencerahan dari mereka, juga Badan Pertanahan Nasional punya batas batas wilayah dan pemerintah daerahnya juga kan bisa tahu mana batas wilayah yang sudah disepakati," katanya.

Jatun (37) warga Desa Kutamaneuh menambahkan warga yang dekat dengan batas wilayah cenderungnya kepada birokrasi mana yang lebih dekat. "Mungkin yang di Desa Sukamanah desanya lebih dekat jadi mereka memilih masuk Kabupaten Purwakarta. Dan yang di Desa Kutamaneuh lebih dekat ke wilayah Desa Kutamaneuh Karawang, sehingga mengacunya pun ke Karawang," ungkapnya.

Rusman  (45) warga lainnya pun membenarkan batas wilayah tidak diberi ciri. Dan warga hanya mengira saja dengan batas sungai. Jadi sudah seharusnya ada penegasan bangunan supaya aman. "Jadi ketika ada warga lain tahu bahwa disini batas wilayah Kabupaten Purwakarta dan Karawang itu bisa menjelaskan status mereka sebagai warga Karawang atau Purwakarta," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template