Tiga Kelas SMPN 7 Rusak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiga Kelas SMPN 7 Rusak

Tiga Kelas SMPN 7 Rusak

Written By Admin Raka on Jumat, 20 Juli 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Ratusan siswa SMP Negeri 7 Purwakarta nampaknya harus bersabar agar bisa merasakan nyamannya belajar. Pasalnya, tiga ruang kelas di sekolah tersebut kondisinya rusak berat.

Bukan kurang perawatan, bukan pula termakan usia. Ketiga ruang kelas tersebut rusak akibat tertimpa pohon besar yang tumbang diterpa angin kencang pada April 2018 lalu. Masih hangat dalam ingatan, saat pohon itu tumbang dan menimpa atap tiga kelas di SMPN 7 Purwakarta, para pejabat di Dinas Pendidikan hingga camat Purwakarta mendatangi sekolah yang berlokasi di bilangan Jalan Veteran itu. Mereka berlomba menunjukkan simpati dan kepeduliannya. Pihak sekolah pun dijanjikan berbagai bentuk bantuan. Targetnya, saat penerimaan siswa baru nanti kelas yang rusak itu sudah diperbaiki dan siap digunakan. Ironisnya, hingga hampir sepekan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ketiga kelas yang rusak itu kondisinya tak jauh berbeda seperti tiga bulan lalu. Atapnya masih rusak. Gentengnya tak lengkap. Bahkan, berisiko menimpa siswa yang lewat di bawahnya. "Kami sudah sering memasang tali pembatas. Tujuannya agar tidak ada yang melintas. Sayangnya, keberadaan tali pembatas itu kerap hilang, dan meski sudah berkali-kali diingatkan masih saja ada siswa yang melintas di situ," ujar Kepala SMPN 7 Purwakarta Dedeh Maemunah.

Dirinya menjelaskan, kondisi itu sudah seringkali disampaikan ke pihak dinas. "Kami sering mempertanyakan bantuan, baik ke dinas maupun ke pusat. Namun belum ada jawaban pasti kapan bantuan itu turun. Kami juga sudah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan, namun hingga kini belum terealisasi," katanya.

Imbasnya, kata Dedeh, kenyamanan siswa saat belajar pun terganggu. "Kami menerima siswa baru sesuai dengan jumlah kuota yang terdaftar di Dapodik, di mana tiap kelas maksimal menampung 32 siswa. Namun dengan kondisi saat ini tiga kelas rusak kami terpaksa mengakalinya dengan menambah jumlah siswa di tiap kelas hingga 40 siswa per kelas," ujarnya.

Senada, Ketua Panitia PPDB yang juga Humas SMPN 7 Purwakarta Ahmadi mengatakan, keberadaan SMPN 7 Purwakarta dikelilingi berbagai SD. "Terlepas dari musibah yang menyebabkan tiga ruang kelas rusak, sudah seharusnya SMPN 7 Purwakarta menambah jumlah kelas jika yang menjadi acuan sistem zonasi," kata Ahmadi.

Dirinya berharap, bantuan baik dari Kementerian Pendidikan atau pun Pemerintah Daerah Purwakarta segera turun. "Kasihan siswa. Karena yang paling utama adalah kenyamanan siswa saat belajar," ujarnya.

Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto, menargetkan pada tahun depan bangunan itu selesai direnovasi. “Kita targetkan pada semester dua, ketiga bangunan di sekolah itu selesai direnovasi,” ujar Purwanto, kepada awak media.

Ia menjelaskan, renovasi perbaikan sekolah itu akan menggunakan anggaran dari dua sumber berbeda, yaitu Rp200 juta dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemkab Purwakarta, sementara Rp175 juta dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pendidikan. “Pada saat pembelajaran dimulai para siswa belajar ditempat lain, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan,” ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template