Terjaring KTMDU, Anak Tentara Disuru Copot Stiker PM - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Terjaring KTMDU, Anak Tentara Disuru Copot Stiker PM

Terjaring KTMDU, Anak Tentara Disuru Copot Stiker PM

Written By Admin Raka on Selasa, 24 Juli 2018 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Anak anggota tentara sempat bingung ketika harus menjelaskan mengapa di motornya ada stiker Polisi Militer. Padahal stiker itu tidak boleh dikenakan di kendaraan bermotor yang tidak terkait dengan kedinasan. Untungnya anak tentara ini berani dan tegas mengaku yang pasang stiker itu orang tuanya. Tetapi hukuman tetap ditegakkan dan dia dihukum untuk mencopot stiker itu dari motornya.

Wati (26) sang anak tentara, Senin (23/7) tidak menyangka dirinya bakal terjaring Operasi Gabungan Terpadu Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di Jalan Ahmad Yani. Wati tidak bisa menyangkal jika saat itu ada stiker Polisi Militer menempel di motornya. Entah dia mengerti atau tidak stiker itu tidak boleh dipergunakan sembarang orang, yang jelas Wati pun ikut digiring bersama pengendara lain masuk ke lingkungan GOR Panatayuda, tempat dipusatkannya operasi gabungan itu.
Dihadapan petugas Wati yang terbiasa berhadapan dengan seragam tentara tampak tenang dan menjawab ringkas kalau dia tidak tahu menahu soal stiker Polisi Militer di motornya. "Saya tidak tahu apa-apa. Stiker di motor itu yang pasang orangtua," ucap Wati dan mengaku orang tuanya anggota Polisi Militer cuma bukan di Angkatan Darat.

Jawaban itu membuat petugas yang juga berseragam Polisi Militer tersenyum. Tetapi hukuman tetap harus ditegakkan, dan Wati dihukum untuk mencopot stiker Polisi Militer itu dari motornya.
Kanit Turjawali Lantas Polres Karawang Ipda Anwarudin, SH menyampaikan, adanya pelaksanaan operasi gabungan terpadu itu diikuti anggota kepolisian, Samsat Kabupaten Karawang, Polisi Militer (PM) dan Jasa Raharja (JR) Karawang. "Ini operasi gabungan terpadu, bagi kendaraan yang tidak bayar pajak dan telat bayar pajak kita tindak. Termasuk kendaraan yang menyalahi aturan lalulintas kita tindak juga," terangnya.

Dijelaskan Anwarudin, dioperasi yang sudah rutin dilakukan kepolisian ternyata saat dilakukan penindakan bagi para pelanggar yang belum bayar pajak atau telat bayar pajak diberikan kesempatan untuk memilah. "Penindakan yang dilakukan disini, dari pelanggar yang bisa bayar langsung ke outlet yang disediakan, dan bisa juga saat pelanggar tidak bisa bayar ditempat itu, meminta waktu kapan untuk bisa membayar kewajibannya sebagai wajib pajak," terangnya seraya menyebutkan jika otlet samsat keliling telah disediakan di lokasi tersebut.

Diterangkan Anwarudin, pelaksanaan selama ini sudah cukup efektif untuk dapat menyadarkan masyarakat dalam membayar pajak, baik secara langsung di tempat, maupun untuk yang meminta waktu. "Operasi ini gabungan bukan hanya dari Polisi dan PM, maka apabila ada yang melibatkan oknum dari angkatan kita serahkan ke PM. Termasuk PNS juga sama kita ditindak. Siapapun yang tidak bayar pajak dan telat bayar kita tindak juga baik motor juga mobil," terangnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template