Tentara Awasi Warga Nakal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tentara Awasi Warga Nakal

Tentara Awasi Warga Nakal

Written By Admin Raka on Senin, 16 Juli 2018 | 13.30.00

Sungai Cikumpeni Penuh Sampah

TEGALWARU, RAKA - Masih soal sampah. Entah karena sudah tidak ada lagi lahan yang bisa dijadikan tempat buang sampah atau kesadaran masyarakatnya masih rendah. Tetapi yang jelas hampir disepanjang jalan utama menuju Curug Cigentis Sungai Cikumpeni dipenuhi sampah.

"Parah, entah kenapa kenapa sampai sekarang pemerintah belum melakukan upaya untuk menyadarkan kebiasan buruk masyarakat yang suka buang sampah ke sungai. Padahal sampah-sampah itu nantinya bakal mengalir juga ke rumah-rumah mereka saat terjadi banjir," ucap Suryadi (54), warga Kampung Cintalaksana, Desa Cintalaksana, Kecamatan Tegalwaru, Minggu (15/7).

Tokoh masyarkat Kampung Cintalaksana itu menilai pemerintah kecamatan kurang peka terhadap masalah sampah. Padahal, sampah sudah menjadi persoalan utama di lingkungan masyarakat, terutama masyarakat disepanjang aliran sungai lantaran selalu mengotori bukan saja pemukiman tetapi sawah-sawah setiap kali banjir. "Masalahnya bukan cuma sebetas sampah yang mengotori rumah tetapi juga menghambat pasokan air ke sawah," tandas Suryadi.

Padahal, terang Suryadi, puluhan hektare sawah di Desa Cintalaksana pasokan airnya bergantung kepada Sungai Cikumpeni. Suryadi menyebutkan, selain sampah plastik sampah-sampah yang memenuhi Sungai Cikumpeni berasal dari sampah-sampah rumah tangga. Kendati demikian Suryadi juga tidak manampik jika keterbatasan pengetahuan juga menjadi pemicu masih banyaknya warga yang buang sampah ke sungai.

"Disini memang tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) nya. Dan itupun semakin diperparah dengan enggannya masyarakat membuat tempat pembuangan sampah sendiri di sekitar rumahnya. Padahal sampah-sampah itu bisa saja dimusnahkan dengan cara dibakar. Jadi tidak harus dibuang ke sungai," ucap Suryadi.

Karena Suryadi berharap pemerintah daerah memfasilitasi untuk membuatkan tempat buang sampah di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. "Kami berharap ada tempat pembuangan sampah akhir agar warga bisa membuang sampah di tempat pembuangan sampah akhir. Selama ini yang jadi alasan masyarakat membuang sampah ke sungai ya itu karena tidak adanya tempat buang sampah," tegasnya.

Hal sama juga diungkapkan H. Ade (43) tokoh pemuda di Kecamatan Tegalwaru. Dia menyampaikan, perlu ketegasan untuk itu. "Ketegasan pemerintah perlu agar tidak ada lagi warga yang buang sampah di sungai sehingga membawa efek positif agar tidak ada lagi sungai yang jadi tempat buang sampah. Saya tidak tahu apakah karena perilaku hidup yang memang jorok atau kesadarannya yang kurang," katanya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Tegalwaru  H.Jumria S.Sos ketika dimintai komentarnya di rumahnya, diapun menyesalkan kebiasaan buruk warganya yang masih membuang sampah di sungai. Dia mengaku sosialiasi kepada masyarakat perihal jangan membuang sampah ke sungai sudah dilaksanakan setiap rapat minggon dan acara-acara formal. Bahkan koordinasi lintas sektoral dengan tiga pilar TNI dan Polri sudah pula sepakat akan melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang masih saja buang sampah di sungai. "Saya berharap koordinasi TNI/Polri bisa menjadi solusi agar tidak adalagi masyarakat yang buang sampah ke sungai," tandas Jumria. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template