Telor Ayam Dipasok dari Jawa Timur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Telor Ayam Dipasok dari Jawa Timur

Telor Ayam Dipasok dari Jawa Timur

Written By Admin Raka on Kamis, 26 Juli 2018 | 11.15.00

PURWAKARTA, RAKA- Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta belum stabil, meski ada terjadi penurunan harga. Pasalnya harga telur ayam masih dikisaran Rp 26 sampai Rp 28 ribu per kilogram. Sementara itu di Purwakarta tidak ada perusahaan yang memproduksi telur ayam, sehingga telur yang ada di Purwakarta dipasok dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Sri Wuryasturati mengatakan, di wilayahnya jumlah peternak yang membudidayakam ayam petelur sangat sedikit. Makanya, tak heran sampai saat ini kebutuhan telur untuk Purwakarta dipasok dari daerah lain. Salah satunya, Jawa Timur. "Sebenarnya, kita punya beberapa perusahaan besar peternakan ayam. Tapi, hanya memroduksi DOC ayam petelur," ujar Sri.

Jadi, DOC yang merupakan anak ayam dengan usia baru sehari itu dijual lagi ke daerah lain. Dengan begitu, tidak ada peternakan ayam yang menghasilkan telur langsung di Purwakarta ini. Sehingga, kebutuhan akan telur sangat ketergantungan pada daerah lain.

Terkait dengan fenomena kenaikan harga telur, Sri mensinyalir, ini merupakan dampak dari naiknya harga pakan. Jadi, bukan karena adanya penimbunan. "Kalau penimbunan, mungkin agak sangsi ya. Karena, telur mudah busuk. Jadi, sepertinya kenaikan harga ini bukan karena penimbunan. Tapi, lebih disebabkan naiknya harga pakan," paparnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta, Wita Gusrianita mengatakan, harga telur berangsur turun sejak awal pekan lalu. Dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, saat ini dikisaran Rp 26 per kilogramnya. "Saat ini, harga di pasar tradisional maupun pasar modern antara Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. Meskipun penurunannya masih tipis, tapi kondisi ini merupakan sangat positif," ujar Wita, kepada awak media, Rabu (25/7).

Memang, kata dia, harga telur saat ini cenderung masih tinggi. Sebab, normalnya harga telur itu dikisaran Rp 20 ribu sampai Rp 24 ribu per kilogram. Jadi, perlu ada solusi untuk menstabilkan harga komoditi tersebut. Salah satunya dengan operasi pasar. Akan tetapi, sambung dia, untuk melakukan operasi pasar diperlukan kerja sama lintas sektoral. Di sisi lain, sampai saat ini belum ada koordinasi dengan instansi lainnya terkait upaya tersebut.

Disinggung soal pasokan telur untuk wilayah Purwakarta, Wita mengatakan, sampai saat ini masih cukup normal. Artinya, tidak terjadi kelangkaan dan hanya harganya saja yang masih mahal.(gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template