Tahu dan Ikan Teri Berformalin Beredar di Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tahu dan Ikan Teri Berformalin Beredar di Cilamaya

Tahu dan Ikan Teri Berformalin Beredar di Cilamaya

Written By Admin Raka on Jumat, 20 Juli 2018 | 12.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Selain harganya diobral murah, dua komoditas pangan jenis tahu dan ikan teri ternyata mengancam kesehatan para konsumennya.

Pasalnya, dari 12 komoditas pangan yang diinspeksi mendadak (Sidak) Tim Pengawas Pangan Terpadu (TPPT) Karawang, Kamis (19/7) kemarin, positif ditemukan bahan pengawet berformalin pada panganan jenis tahu dan ikan teri nasi di Pasar Wadas dan Pasar Cilamaya.

Kasie Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Eka Mutia Sari mengatakan, bersama tim dari TPPT memeriksa 12 komoditas pangan di Pasar Wadas dan Cilamaya. Mulai dari buah-buahan impor, makanan olahan pangan seperti tahu, tempe, saus, kolang-kaling, beras hingga ikan, ada dua yang positif berformalin yang diduga digunakan produsen olahannya sampai beredar di pasaran, yaitu tahu basah dan ikan teri nasi. "Kalau pakai formalin itu, tahu bisa awet sampai seminggu. Karena normalnya sekitar 3 harian," ungkap Eka kepada Radar Karawang.

Ia melanjutkan, pihaknya menggunakan alat rapid test kit untuk mendeteksi validasi bahan makanan pangan tersebut berbahaya atau tidak. Hasilnya ada kandungan formalin di tahu dan ikan teri. Karena kandungan zat berbahaya lainnya seperti residu pestisida, rodamin B dan borax, tidak ditemukan di bahan pangan lain.

Eka menambahkan, pembeli atau konsumen, sama sekali tidak dapat membedakan bahan pangan mengandung formalin atau tidak, karena kasat mata, karena hanya bisa terdeteksi lewat alat rapid test. "Cara lain bisa dilihat dengan hinggapan lalat. Kalau sepi lalat, bisa jadi mengandung formalin," ujarnya.

Anggota Tim TPPD yang juga Kasubag Program dan Pelaporan Satpol PP Kabupaten Karawang Asep Vivar Irvana mengatakan, tim TPPT terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Satpol PP, Dinas Kesehatan, Disperindag, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan juga Polres Karawang. Semuanya terjun memeriksa kondisi pangan di pasar-pasar tradisional dan modern secara rutin, baik soal stabilitas harga, maupun kelayakan konsumsi pangan di lapangan. Dari 12 komoditas yang dicek, sebut Asep, sudah positif berformalin. "Para pedagang yang menjual tahu dan ikan teri berformalin akan dibina untuk tidak menjual barang itu lagi," ungkapnya.

Lain lagi jika pedagang tersebut masih bandel, kata Asep, akan dikejar sampai keluar kota sekalipun. "Jangankan penjual atau pedagangnya, produsen yang sengaja mencampur makanan dengan formalin dengan alasan apapun akan kita kejar," tandasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template