Syahwat Online Rusak Remaja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Syahwat Online Rusak Remaja

Syahwat Online Rusak Remaja

Written By Admin Raka on Rabu, 11 Juli 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Perkembangan media sosial sudah semakin canggih. Tidak hanya bisa berkirim pesan secara cepat, tapi juga gambar hingga video mengumbar syahwat secara live online.
Jenis dan namanya pun beragam. Sebut saja Facebook, Instagram, Whatsapp, Bigo Live, dan yang terbaru adalah Tik Tok. Namun sayang, area pergaulan dunia maya yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang positif, justru semakin digandrungi karena berbau konten porno.

Tengok saja bagaimana pengguna Tik Tok yang rata-rata berusia remaja, dapat dengan mudah mendapatkan video erotis yang bisa mengundang syahwat. Hal serupa juga dengan Bigo Live. Meski pengguna Bigo Live bisa dibanned jika mempertonton bagian intim. Namun, tidak jarang pengguna mengeluarkan suara-suara berkonotasi negatif. Dan itu juga sudah sangat familiar di telinga anak-anak sekolah.

Pergaulan di dunia maya pun tidak jarang terbawa di dunia nyata. Maka tidak heran jika banyak remaja-remaja putri menjadi korban pencabulan. Atau hamil di luar nikah karena sama-sama suka.



Yoga Swara, siswa yang baru lulus di SMPN 1 Kotabaru mengatakan, aplikasi tik tok kini telah viral. Banyak siswa yang menyimpan aplikasi tersebut di handphonenya. "Kalau aku gak masang aplikasi Tik Tok, kalau temanku mah banyak," ucapnya kepada Radar Karawang.

Ia menjelaskan, banyak faktor yang membuat dirinya tidak memasang aplikasi tersebut di smartphonenya. "Soalnya saya sebel aja, sama orang suka nonton Tik Tok. Jadi pada gak jelas. Apalagi perempuan jadi manja," katanya.

Selain itu, dalam aplikasi tersebut banyak video-video yang tidak layak ditonton, karena berbau porno. "Kata teman aku banyak video hot nya. Itu kan jelas gak ada manfaatnya dan tidak mendidik lagi," tuturnya.

Melihat aplikasi tersebut tidak baik digunakan, dia berharap kepada para pelajar tidak menyalahgunakannya. Karena dapat membuat sikap seseorang menjadi tidak baik. "Saya harap sih gunakan handphone dengan bijak, supaya masa depan bisa lebih cerah," harapnya.

Siswa lainnya, Gifari Lazuardian mengaku, tidak setiap orang menyalahgunakan aplikasi Tik Tok. Terkadang, aplikasi tersebut digunakan hanya untuk hiburan saja, karena banyak video lucu yang bisa membuat tertawa. "Kalau saya mah masang aplikasi ini, untuk hibur hati aja. Belum pernah melihat video-video yang aneh," akunya.

Sementara warga Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, Juhana (43), dirinya yang baru mengenal whatsapp beberapa bulan lalu mengaku sering menemukan beberapa video tak senonoh. Video tersebut dia dapatkan dari keisengan temannya yang sengaja dikirim. “Saya gak tau dari mana video itu didapatkan, yang pasti banyak video yang menunjukan aurat wanita seenaknya dengan gaya joged-joged. Bahaya juga kan kalau dilihat anak-anak,” katanya.

Dikatakannya, salah satu solusi yang tepat yaitu tidak memberikan smartphone kepada anak di bawah usia dewasa. Karena berbagai fitur apapun akan dengan mudah didapatkan. “Apalagi anak zaman sekarang mudah mengerti tentang cara ngoprek hape, meskipun gak ada kuotanya, mereka bisa transferan melalui aplikasi lain seperti shareit,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wardi (53), mengaku kaget setelah tahu aplikasi Tik Tok. Menurutnya sangat berbahaya jika hal tersebut dikonsumsi oleh anak-anak, karena mereka akan dengan mudah meniru tanpa tahu apa maksud dan tujuannyua. “Lucu sih, tapi kalau setengah telanjang seperti ini bahaya juga bagi anak-anak,” pungkasnya. (acu/rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template