Suka Cekcok Gara-gara Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Suka Cekcok Gara-gara Air

Suka Cekcok Gara-gara Air

Written By Admin Raka on Senin, 02 Juli 2018 | 13.45.00

Petani Legok Kotok Minta Saluran Air Diturap

TEGALWARU, RAKA - Petani Kampung Legok Kotok, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru meminta agar saluran air di wilayah mereka diturap. Permintaan itu dilontarkan untuk meningkatkan fungsi saluran tersebut sebagai sumber air sawah, sehingga diharapkan kedepannya produksi gabah di wilayah itu mengalami peningkatan. 

Pantauan Radar Karawang, Minggu (1/7) sepanjang 200 meter saluran air sawah di Kampung Legok Kotok, Desa Mekarbuana sama sekali belum diturap. Padahal sekitar 15 hektare sawah di daerah itu membutuhkan air yang mengalir dari saluran tersebut. Terlebih saat kemarau tiba, praktis warga tidak bisa menyemai sawahnya karena ketersediaan air cukup minim.

Sawah yang ada di Dusun Legok Kotok merupakan sawah lintasan air, namun sayang tidak tergarap dengan baik. Kalau airnya cukup kemungkinan petani bisa menyemai sawah tiga kali dalam satu tahun. Selama ini setiap kali musim kemarau petani tidak bisa menyawah karena ketersediaan airnya minim. Malah terkadang sering ada petani yang cekcok gara-gara rebutan air.

Seperti diungkapkan Bahri (47) petani Legok Kotok, soal cekcok yang disebabkan rebutan air sudah jadi hal biasa di kampungnya. Tetapi tidak sampai berujung dengan perkelahian. Biasanya langsung didamaikan oleh petani-petani lainnya. "Kalau ribut mulut karena rebutan air sudah biasa disini mah, tapi gak sampai berkelahi karena biasanya langsung didamaikan," ucap Bahri.

Untuk itu Bahri berharap pemerintah melalui dinas pertanian agar mau turun ke lapangan melihat langsung kebutuhan petani. Selama ini Kampung Legok Kotok seperti kurang diperhatikan. Mungkin hal itu karena masih sebagian besar petani belum ikut dalam kalompok-kelompok tani, sehingga informasi-informasi mengenai perkembangan pertanian pun minim.

Hal senada dikatakan petani lainnya Engkos (44)  jika pasokan air sepertinya akan cukup salurkan ke sawah-sawah warga, namun sayang air selalu habis diperlintasan jalan. Dirinya pun menegaskan petani disekitaran Kampung Legok Kotok dan Cipeuteuy memang miliki daratan yang agak lebih tinggi dari badan saluran air, namun jika saluran air diperbaiki bukan tidak mungkin sawah di daerah itu tidak pernah kekurangan air, bahkan sawah-sawah di tetangga dusun seperti Dusun Cipeuteuy.
"Kadang air hanya melintas saja dan menjadi asupan sawah di bagian hilir, padahal airnya bisa lebih banyak lagi melimpah jika saluran-saluran airnya dibenahi sehingga fungsinya bisa lebih dioptimalkanm," tandas Engkos. Apalagi, terang Engkos di musim kemarau airnya bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran.

Sementara di tempat terpisah , Akim (51) menyampaikan jika beberapa petani baru saja panen. Terkait kebutuhan saluran air, dirinya sependapat agar bisa dibuatkan tersier di hulu pembagi air yang saat ini pembagian air belum terbagi secara baik. Bahkan tidak jarang petani sebisa - bisa dapatkan asupan air ke sawahnya. "Air dari Curug Tilu itu sangat baik, namun sayang distribusi ke sawah - sawah tidak maksimal," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template