Sudah 2 Hari Lumpur Kalimalang Dikeruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sudah 2 Hari Lumpur Kalimalang Dikeruk

Sudah 2 Hari Lumpur Kalimalang Dikeruk

Written By Admin Raka on Kamis, 19 Juli 2018 | 13.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sejak dua hari lalu dua alat berat beko dioperasikan untuk mengeruk lumpur Kali Malang Irigasi Tarum Barat di wilayah Desa Mekarmulya, Telukjambe Barat. Hal itu dilakukan untuk memastikan aliran air lancar sehingga tidak meluap ketika musim hujan.

Data yang didapat Radar Karawang di lokasi, Rabu (18/7) menyebutkan panjang Irigasi Tarum Barat dari waduk Jatiluhur Purwakarta tepatnya dari Bendungan Curug Klari Karawang ke Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur mencapai 68,3 km. Rencananya sepanjang itu pula Perum Otorita Jatiluhur akan melakukan pengerukan. Namun untuk dilakukan di wilayah Kobak Biru, Desa Mekarmulya saat ini hanya sepanjang 8 km hingga perbatasan Desa Tegaldanas, Kecamatan Cikarang Utara.

Pengerukan kali yang bermuara ke laut itu sendiri merupakan bagian program penataan sepanjang aliran Kalimalang untuk memastikan aliran Kalimalang lancar tidak terhalang sampah, eceng gondok, dan penyempitan sungai akibat pendangkalan. Sehingga siap menghadapi musim hujan selain membuat turap agar lumpur yang sudah dikeruk tidak kembali jatuh ke irigasi dan mencegah penggerusan bibir irigasi.

Koordinator Lapangan Perum Otoritas Jatiluhur (POJ) Karawang Ir. Iswahyudi mengatakan untuk memudahkan pengelolaan Irigasi Tarum Barat dan Timur pihaknya akan membuat aksek disepanjang sisi irigasi. "Kita sengaja buat jalan disepanjang sisi irigasi seperti yang dilakukan saat ini untuk memudahkan kita melakukan pengelolaan sebagai bagian dari program berbenah dan bebersih," ujar Iswahyudi. 

Sementara soal pengerukan, menurut dia terakhir yang dilakukan pada tahun 2016 saat musim kemarau bukan skala besar-besaran melainkan skala pemeliharaan. Pengerukan skala besar-besaran telah dilakukan pada 2011 dan 2013, dengan besar endapan mencapai 3 juta meter kubik yang terdeposit dalam kurun waktu 10 tahun. "Musim kemarau kemarin skalanya tidak besar-besaran tetapi cuma sebatas kegiatan pemeliharaan. Tetapi indikasi yang besar itu pada tahun 2011 hingga 2013, dimana volume yang harus diambil berkisar 3 juta meter kubik, itu diindikasikan terdeposit dalam waktu 10 tahun," terangnya.

Menurutnya setiap tahun dapat diperkirakan terdapat endapan sekitar 600 ribu meter kubik yang diakibatkan adanya sedimintasi sampah di dasar sungai. Maka itu jika tidak ada perbaikan di daerah-daerah tanggapan sungai, endapan akan terjadi terus.

Romid (43) warga Kobak Biru mengatakan pengerukan sekarang ini membuat saluran yang lebih bersih. Dirinya berharap pihak pelaksana juga agar memperhatikan juga bekas tanah hasil pengerukan. Tapi dengan pengerukan yang sekarang dikerjakan sudah termasuk aman bagi lingkungan. "Masalahnya adalah lumpurnya kalau tidak segera dirapikan akan mengotori badan jalan dan kalau terguyur hujan sudah pasti licin dan berbahaya bagi pengguna jalan," ucap Romid. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template