Sopir Truk Mangkal di Pinggir Jalan karena Tidak Ada Larangan Parkir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sopir Truk Mangkal di Pinggir Jalan karena Tidak Ada Larangan Parkir

Sopir Truk Mangkal di Pinggir Jalan karena Tidak Ada Larangan Parkir

Written By Admin Raka on Minggu, 29 Juli 2018 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Aksi nekat sopir truk dan bus menjadikan pinggir jalan di Karawang sebagai tempat mangkal dan parkir liar ada alasannya. Mereka tidak melihat adanya rambu-rambu lalulintas dilarang berhenti dan parkir di lokasi mangkal.

"Para sopir yang makan minum dan istirahat di warung saya banyak bilang mereka memarkir truknya karena tidak melihat ada marka larangan berhenti bagi kendaraan. Makanya banyak yang berhenti sekalian istirahat di warung-warung, sebelum masuk tol," kata Aisyah (30) pemilik warung di pinggir jalan Interchange Karaba, Jumat (27/7).

Sementara Sukardi (38) sopir truk yang sedang ngopi di warung nasi tidak jauh dari lokasi dia memarkir truknya, mengaku dia parkir di pinggir jalan tidak jauh dari Perumahaan Karaba itu karena terpaksa lantaran ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. "Saya tidak lama parkirnya dan cuma ingin istirahat sambil makan minum, ketimbang celaka dijalan," ucapnya.

Sukardi mengaku dirinya tidak sendiri, tetapi bersama sejumlah temannya dengan tujuan perjalanan yang sama. Mereka memiliki beristirahat di lokasi itu supaya tidak terpisah dalam perjalanan. Menurut dia, kalau berhenti di jalan tol mereka akan terpisah. Padahal selama dalam perjalan mereka tidak boleh berjauhan. Makanya, memilih berhenti sebelum masuk tol.

Terkait itu Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Poltak Lumban Toruan mengatakan dinasnya masih melakukan sosialisasi terhadap para pengendara yang parkir liar di pinggir jalan secara sembarangan. "Kita baru dua kali tahap sosialisasi terhadap pengendara yang parkir sembarangan. Setelah sosialisasi ini, dalam waktu satu minggu jika masih ada yang nekat tetap parkir kita akan tindak tegas dengan menggembosi dan menderek kendaraannya secara paksa," ucapnya.

Poltak sendiri tidak menampik jika selama ini banyak laporan masuk dari masyarakat tentang aksi gila sopir parkir liar di pinggir jalan. Seperti sekitar area bunderan Jalan Baru, Klari dan Interchange Karawang Barat. Sementara Dishub sendiri sudah berusaha keras agar masyarakat tidak melakukan parkir di pinggir jalan, apalagi tepatnya diputaran jalan. Sebab secara aturan itu tidak boleh dan dilarang. "Kita tidak mau buat mereka kaget dengan kebijakan yang ada, maka kita sosialisasikan dan akan menindak tegas," ujarnya.

tindakan tegas berupa penggembosan ban sampai derek kendaran itu dilakukan bukan untuk mengusir warga yang tengah beristirahat dan membiarkan kendaraannya terparkir disamping jalan, akan tetapi karena aturan yang sudah ada itu merupakan tanggung jawab untuk ditegakkan. "Kita akan lakukan bukan hanya di Jalan Baru dan Interchange, tetapi di wilayah Kabupaten Karawang, namun yang kita pantau yang paling rawan itu di Jalan Baru dan Interchange," paparnya.

Bahkan Poltak juga menegaskan, jika pelaksanaan penindakan nanti bukan hanya saja dilakukan pada siang hari tetapi juga malam hari. "Kita akan fokus malam hari, karena mereka parkir pada malam hari, tapi ini tidak terbatas malam saja tetapi siang dan malam akan kita tindak, sebab paling ramai malam hari yang parkir itu, dan kita akan tindak tegas," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template