Sekolah tak Boleh Pungut Iuran, Terima Sumbangan Boleh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah tak Boleh Pungut Iuran, Terima Sumbangan Boleh

Sekolah tak Boleh Pungut Iuran, Terima Sumbangan Boleh

Written By Admin Raka on Senin, 23 Juli 2018 | 12.15.00

TELAGASARI, RAKA - Memasuki awal semester, biasanya pihak sekolah rajin menggelar rapat bersama orang tua atau wali murid.

Kepentingannya macam-macam. Mulai dari pembahasan tata tertib, sosialisasi program sekolah, hingga meminta iuran untuk sarana dan prasarana sekolah.

Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Koorwilcambidik) Kecamatan Telagasari Abdul Aziz mewanti-wanti agar orang tua murid tidak dipaksa untuk membayar iuran apalagi jumlahnya tidak wajar. "Bahasanya sumbangan. Karena istilah sumbangan memiliki ciri dimana kemampuannya disesuaikan dengan latar belakang orang tua masing-masing. Sehingga besaran sumbangan itu berbeda-beda," ungkap Aziz kepada Radar Karawang, kemarin.

Ia melanjutkan, istilah sumbangan juga tidak ada batas waktu. Karena itu, kekurangan kursi mebeler atau infrastruktur lainnya seperti pagar, bisa dimusyawarahkan dengan baik sesuai dengan kemampuan orang tua tanpa paksaan. "Kalau mengandalkan dana BOS saja untuk alokasi mebeler dan infrastruktur masih kurang," ujarnya.

Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Kulon Undang Sukarta mengatakan, mengundang orang tua merupakan keharusan, karena pendidikan pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, keluarga dan masyarakat. Maka partisipasi dana diperbolehkan tetapi tidak ada istilah unsur pengkondisian. Dengan kata lain, kemampuan partisipasi itu wajar dan sukarela berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat, tidak sepihak dan merekayasa dana-dana yang sebenarnya sudah dicover oleh pemerintah. "Boleh saja ada partisipasi orang tua, asalkan sifatnya sukarela dan tidak ada pengkondisian yang merugikan orang tua atau wali murid," ujarnya.

Koorwilcambidik Kecamatan Lemahabang AT Sukarsa mengatakan, dalam rapat orang tua yang rata-rata dilakukan pekan kemarin, pihaknya sudah berikan imbauan partisipasi dana sifatnya sumbangan bukan iuran. Dan dana yang terkumpul harus dipegang oleh komite sekolah,  bukan oleh pihak sekolah apalagi oleh kepala sekolah. "Penggunaan dana tersebut wajib transparan. Bahkan bila perlu tempelkan di papan pengumuman sekolah, walaupun pertagungjawabannya oleh komite," tandasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template