Sekolah Dilarang Jual Buku - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Dilarang Jual Buku

Sekolah Dilarang Jual Buku

Written By Admin Raka on Jumat, 27 Juli 2018 | 15.30.00

KOTABARU, RAKA - Mencuatnya kembali penjualan buku yang dilakukan oleh pihak sekolah membuat pihak Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korcambidik) angkat bicara. Secara kedinasan Korcambidik mengaku sudah melarang pihak sekolah untuk tidak melakukan jual beli buku.

Anang Sutarman, Korcambidik Kotabaru mengatakan, secara aturan tidak diperbolehkan pihak sekolah untuk menjual buku kepada siswa. Sebab dalam peraturan dikatakan bahwa sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dialokasikan untuk pengadaan buku yang sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum yang berlaku. "SD mana ? Secara kedinaasan sudah menginformasikan pelarangan penjualan buku termasuk LKS," ujar Anang melalui ponselnya, kepada Radar Karawang, Kamis (27/7).

Namun sangat disayangkan, saat nama sekolah yang melakukan jual beli buku disebutkan, orang yang seharusnya bisa mengendalikan SD dan PAUD di wilayah Kotabaru itu tidak memberikan tanggapan terkait sanksi yang akan doberikan. "Nanti saya mau cari informasi dulu di lapangan, jika menjualnya atas persetujuan orang tua sih ya sah sah saja," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Radar Karawang, Salah satu orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wancimekar 2 yang namanya minta dirahasiakan menyampaikan, anaknya dipaksa harus membeli buku paket seharga Rp40.000 oleh salah seorang guru di sekolahnya. Selain membeli buku paket, setiap tahun ia juga selalu diharuskan untuk membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) seharga Rp13.000/buku. "Kalau LKS setiap tahun juga ada, tapi kalau buku yang Rp40.000 baru tahun sekarang," ujarnya.

Ia merasa kaget pada saat anaknya pulang membawa buku yang harus dibayar seharga Rp40.000. "Sepulang dari sekolah, anak saya membawa buku dan meminta untuk di bayar harganya Rp40.000. Anak saya baru bayar Rp2000," ujarnya.

Menurutnya, sekolah sengaja membagikan buku tersebut kepada semua siswa agar dibeli, meski kesannya dicicil tapi tetap saja ujung-ujungnya uang tabungan siswa diambil. Penjualan LKS memang tidak diperjual belikan di sekolah, tapi guru meminta anak untuk membeli LKS di salah satu toko tersebut. "Toko bukunya buka pukul 17.00 WIB. Dari dulU juga kaya gitu, tapi kalau LKS ya gak apa-apalah soalnya kalau gak beli berati resikonya anak saya ketinggalan pelajaran," ujarnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template