Satgas Pangan Kejar Produsen Makanan Nakal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satgas Pangan Kejar Produsen Makanan Nakal

Satgas Pangan Kejar Produsen Makanan Nakal

Written By Admin Raka on Jumat, 20 Juli 2018 | 12.15.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Bagi produsen pangan yang sering curang mengedarkan produksinya, seperti penimbun pangan dan mengoplos makanan dengan zat berbahaya, siap-siap kena sasaran tim satgas pangan.

Pasalnya, Tim Pengawas Pangan Terpadu (TPPT) di bawah komando Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bersama lintas OPD akan memburu pelaku curang tersebut walaupun kabur ke luar kota.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Karawang Kadarisman mengatakan, 12 komoditas pangan rutin dicek, baik harga maupun kondisinya.  Namun, di lapangan masih saja ada spekulan dan juga oknum produsen pangan yang berlaku curang. Dalam temuannya, selain harga ayam dan telur yang mengalami kenaikan, makanan olahan pangan juga banyak dioplos zat berbahaya, seperti tahu dan ikan teri berformalin sebagai pengawet, suntik air pada daging ayam untuk menambah bobot, bahkan penimbun pangan seperti beras. "Kita interogasi para pedagang darimana mereka disuplay barangnya. Bisa dalam maupun luar kota," ungkapnya kepada Radar Karawang.

Karenanya, dia pastikan jika makanan olahan pangan masih disalahgunakan untuk meraup untung, maka akan ada tindakan tegas. Karena Satgas TPPT ini bukan saja dari Satpol PP, tetapi juga melibatkan aparat dari kepolisian. Sehingga jeratan kecurangan tersebut akan diburu walaupun di luar kota dengan saling koordinasi lintas aparat Polres dan Polda. "Kita kejar produsen nakal ini. Makanya kita turun dulu ke pasar, interogasi para pedagang, dari mana stok pangan tersebut didapat," tandasnya saat sidak di Pasar Cilamaya, Kamis (19/7).

Mantan kepala Dinas Pertanian Karawang ini menambahkan, bulan depan akan mulai mulai upaya koordinasi lintas sektor terhadap buah-buahan pangan yang impor dari luar negeri. "Adanya TPPT dan sidak pasar rutin gabungan ini, adalah untuk mengamankan dan memastikan pangan yang beredar ini layak konsumsi dan harga juga stabil," ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan, harga sayur mayur pada dasarnya stabil, tapi untuk komoditas telur dan daging ayam mengalami kenaikan beberapa minggu terakhir. Sebab, selain harga telur Rp 30 ribu per kilogram, juga daging ayam yang nyaris menembus Rp 40 ribuan per kilogramnya. Kenaikan ini diduga akibat faktor cuaca panas yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan ayam. Bahkan banyak ayam yang mati mendadak dan mewabah, termasuk juga telurnya. "Soal harga, iya ini ada faktor cuaca yang mempengaruhi harga ayam dan telurnya naik, semoga kedepannya bisa kembali stabil," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template