Santri Nihayatul Amal Sebulan Sekali Bertemu Orang Tua - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Santri Nihayatul Amal Sebulan Sekali Bertemu Orang Tua

Santri Nihayatul Amal Sebulan Sekali Bertemu Orang Tua

Written By Admin Raka on Senin, 30 Juli 2018 | 18.15.00

RAWAMERTA, RAKA- Dunia pesantren memang terasa lebih berbeda dari pendidikan lainnya. Apalagi mereka yang mondok atau pesantren keluar daerah yang memaksa harus berjauhan dari orang tua. Hal tersebut dilakukan agar santri dapat lebih fokus dalam mengkaji ilmu sekaligus melatih kemandiriannya. Berlaku juga bagi santri Pondok Pesantren Nihayatul Amal (PNA), namun ada waktu dalam satu bulan sekali untuk santri bertemu dengan orangtuanya, yang biasa di sebut pertemuan.

Dikatakan Ahmad (34), salah satu orang tua santriyah Al Banat PNA, pertemuan tersebut dilakukan dalam sebulan sekali dengan putrinya. Hal tersebut dilakukan untuk menjenguk dan melihat kondisi anaknya setelah satu bulan tidak bertemu. "Satu bulan sekali saja kita pantau perkembangan anak kita yang lagi mondok, sekaligus menengoknya," ujarnya, kepada Radar Karawang, Minggu (29/7).

Tidak wajib memang, lanjut dia, namun pertemuan tersebut biasa dilakukan bagi orang tua dan santri setiap satu bulan sekali. Dirinya menginginkan anaknya bukan hanya pintar dalam mengkaji ilmu akademis, namun juga ilmu agama. Makanya dirinya lebih memilih menyekolahkan anaknya di lingkungan pesantren. "Saya inginkan anak saya bukan hanya belajar ilmu dunia, akhiratnya juga sangat perlu. Dan di pesantren ini, kemandirian mereka pun benar-benar teruji. Dalam pertemuan ini pun kita coba meneliti perubahan mereka. Dan alhamdulillah, kalau biasanya manja, sekarang berkurang manjanya," terangnya.

Selain dimanfaatkan para orangtua santri untuk temu kangen, pertemuan tersebut dimanfaatkan juga oleh para pedagang yang berhamburan ditepian Jalan Raya Sukamerta yang tak jarang memicu kemacetan. Meskipun hanya diberi satu bulan sekali untuk bertemu, namun pertemuan tersebut bisa terjadi setiap satu minggu sekali. Karena di PNA sendiri mempunyai lebih dari 4 lembaga pendidikan. "Misalkan Minggu sekarang  santri Al Banat, Minggu besoknya lagi santri Tarbiyatul Wildan, dan seterusnya. Jadi ada manfaat tersendiri bagi para pedagang juga yang mau nganbil keuntungan dalam berjualan," ucapnya.

Di tempat yang sama, Talim, salah satu pedagang yang mangkal mengatakan, seriap seminggu sekali ia selalu mengambil kesempatan untuk membuka stand dagangannya. "Gak perlu puyeng mau dagang di mana, kalau setiap Minggu kita buka saja di sini," katanya.

Lebih lanjutnya, kebaradaan pesantren memang di rasa banyak manfaatnya. Bukan hanya sarana belajar dan memperdalam ilmu agama, bagi orang yang tidak berkepentingan pun bisa membawa berkah. "Kalau pertemuan ginikan pasti banyak yang hadir. Bukan hanya santri yang senang di tengok, bagi kita juga para pedagang merasakan banyak manfaatnya. Secara tidak langsung membuka peluang usaha," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template