Rawan Kecelakaan, Truk Tronton Parkir Dibahu Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rawan Kecelakaan, Truk Tronton Parkir Dibahu Jalan

Rawan Kecelakaan, Truk Tronton Parkir Dibahu Jalan

Written By Admin Raka on Jumat, 27 Juli 2018 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Aksi parkir liar truk tronton di ruas Jalan Badami Loji, tepatnya sebelum Jembatan Nyangkokot, perlintasan Desa Wanasari, Telukjambe Barat, membahayakan pengendara. Terlebih parkir tersebut terkadang dilakukan di kanan kiri jalan. Sudah badan jalan jadi sempit pengendara pun sering kagok ketika akan melintasi truk-truk tersebut karena harus berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

"Kadang parkirnya di bahu jalan dan kanan kiri. Mending badan jalannya lebar, ini sudah jalannya sempit jadi makin sempit saja," tandas Beni (30) sopir minibus dari arah dalam kota Karawang saat mengisi bahan bakar kendaraannya di SPBU Nyangkokot, kepada Radar Karawang, Kamis (26/7).

Parahnya, lanjut sopir yang setiap hari melintasi jalan Badami Loji itu, kalau truk-truk yang parkir lebih dari tiga. Bagian bahu jalan yang terpakai pun bisa mencapai puluhan meter. "Saya saja yang bawa mobil suka kagok kalau mau melintasinya bagaiman pengendara motor," ucap dia, kendati diakuinya penggunaan bahu jalan kanan kiri tidak terjadi setiap hari.

Untuk itu, lanjut Beni, dirinya berharap agar hal itu mendapat perhatian serius Dinas Perhubungan Karawang. Paling tidak ada upaya mengingatkan para sopir truk itu supaya tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir truknya. "Saya berharap pemerintah bisa tegas melakukan penertiban truk-truk yang parkir dipinggir jalan itu. Karena bukan saja pemicu lalulintas macet dan rawan kecelakaan tetapi juga merusak bahu jalan," tandasnya.

Sukardi (38) sopir truk yang saat sedang ngopi di warung nasi tidak jauh dari lokasi dia memarkir truknya, terkesan enggan memberikan komentar saat dimintai alasannya memarkir truknya dipinggir jalan. Dia cuma mengaku parkir itu terpaksa dilakukannya karena ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. "Saya tidak lama parkirnya dan cuma ingin istirahat ketimbang celaka dijalan," ucapnya.

Sukardi mengaku dirinya tidak sendiri, tetapi bersama sejumlah temannya dengan tujuan perjalanan yang sama. Mereka memiliki beristirahat di lokasi itu supaya tidak terpisah dalam perjalanan. Artinya, lokasi tempat mereka parkir itu menjadi titik awal melanjutkan lagi perjalanan. "Kalau di jalan tol parkirnya kami akan terpisah. Padahal selama dalam perjalan kami tidak boleh berjauhan. Makanya, kami memilih parkir disini sekalian istirahatkan kendaraan sambil makan minum," kata Sukardi.

Sementara Yuni (27) pemilik warung nasi tidak jauh dari lokasi parkir truk mengaku kehadiran sopir-sopir truk itu justru memberinya keuntungan. Karena mereka istirahat biasanya sambil makan dan minum. "Selama ini sih aman-aman saja, yang penting kan bahu jalan tidak semua terpakai. Lagi mereka mangkalnya paling lama juga 20 menit. Mereka mengaku," ungkapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template