Petani Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

Petani Alih Profesi Jadi Kuli Bangunan

Written By Admin Raka on Senin, 09 Juli 2018 | 13.30.00

Sawah Cintalaksana dan Cintalanggeng Kering  

TEGALWARU, RAKA - Petani di wilayah Kecamatan Tegalwaru banyak yang alih profesi kerja serabutan menjadi kuli bangunan ketimbang menggarap sawah. Hal itu terjadi, menyusul semakin kecilnya pasokan air ke sawah mereka sejak kemarau melanda, meski masih ada yang coba bertahan dengan menyulap sawahnya menjadi kebon dan menanaminya dengan sayuran. 

Seperti diutarakan Suryadi (54) petani asal Desa Cintalaksana, dia kini bekerja menjadi kuli bangunan. Yang secara kebetulan dibawa menantunya untuk bekerja di pengecoran jalan. Dia melakukan itu sejak dua Minggu selepas panen kemarin. "Daripada tidak ada kegiatan maka saya lebih memilih menjadi buruh bangunan supaya bisa tetap bertahan hidup," ucap Suryadi, Minggu (8/7).

Ditempat terpisah Samuji (43) petani lainnya yang juga asal Kampung Babakan Harendong, Desa Cintalanggeng menambahkan musim kemarau saat ini membuat dirinya kebingungan. Mau menggarap sawah takut gagal karena kurangnya pasokan air. Sementara diam saja di rumah anak istri perlu kebutuhan hidup. Makanya, diapun memutuskan untuk menjadi kuli bangunan.

"Jika diam saja di rumah anak istri mau dikasih makan apa. Makanya saya mencari rezeki lain diluar sawah. Pekerjaan apa saja asal bisa menghasilkan uang saya lakukan, meskipun menjadi kuli bangunan. Untungnya lagi, sekarang ini kegiatan sekolah masih libur sehingga pengeluaran lebih terpokus kepada urusan dapur saja," jelas Samuji.

Masih dikatakan Samuji, sekarang ini memang terasa lebih enteng, tetapi nanti setelah liburan sekolah usai akan terasa lebih berat karena tuntutan kebutuhan pun bertambah. "Sehari, kalau hari biasa untuk anak bersekolah Rp 50.000 harus saya siapkan pagi-pagi. Dan itu menjadi kewajiban saya sehari-hari untuk keperluan makan," ucapnya.

Secara terpisah tokoh masyarakat Desa Cipurwasari H. Nedi SP menuturkan tidak semua petani banting stir ke pekerjaan lain seperti kuli bangunan. Masih ada petani yang coba memanfaatkan sebagian lahannya untuk bercocok tanam sayur mayur. Seperti di wilayah Desa Cipurwasari meski hampir separuh lahan pertanian di wilayah Desa Cipurwasari kekeringan namun masih ada sebagian lahan yang ditumbuhi sayuran.

"Memang sekarang musim kereing tapi ada lahan pertanian yang memiliki sumber air yang baik. Sehingga mereka masih bisa bercocok tanam selain padi. Memang sudah menjadi kebiasaan disini, lahan pertanian hampir tidak ditanami padi, tapi untuk tetap bertahan petani yang tidak memiliki akses untuk bekerja selain bertani memilih menggarap sawahnya menjadi kebon sayur," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template