Petaka Sungai Cilamaya, Banjir saat Hujan, Limbah Hitam saat Kemarau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Petaka Sungai Cilamaya, Banjir saat Hujan, Limbah Hitam saat Kemarau

Petaka Sungai Cilamaya, Banjir saat Hujan, Limbah Hitam saat Kemarau

Written By Admin Raka on Selasa, 31 Juli 2018 | 12.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Persoalan yang mendera Sungai Cilamaya tak pernah habis. Selain puluhan meter tanggul jebol yang mengikis dan pernah habis, banjir saat musim hujan juga masih belum teratasi.

Kini, kondisi Sungai Cilamaya yang memasuki musim kemarau, seolah menjadi persoalan rutin. Arus air yang bermuara ke laut muara Jawa tersebut, menghitam pekat akibat kiriman limbah sejumlah perusahaan nakal di wilayah Subang dan Purwakarta.

Kades Cilamaya Kuswaedi mengatakan, musibah tahunan seolah menjadi hal biasa. Saat musim hujan, Sungai Cilamaya yang selalu luber setelah barugbug dibedah, juga membawa petaka saat musim kemarau. Seperti biasa, sebutnya, air yang dulunya masih digunakan untuk pengairan sawah tersebut, menjadi hitam pekat dan berbau. Bahkan ikan-ikan dan biota sungai dipastikan mati akibat racun limbah B3 yang dikirim perusahaan nakal di wilayah Purwakarta dan Subang. Entah bagaimana penanganan yang dilakukan pemerintah setiap tahunnya, sebab survei lapangan mengambil sampel dan cek lokasi terkesan menjadi program tahunan yang ternyata tidak pernah membuahkan hasil. Bahkan, masyarakat yang sempat marah dan demo ke perusahaan sejak tahun 2013 akibat penyakit yang ditimbulkan seperti penyakit kulit, diare dan lainnya, juga tak kunjung membuat oknum pembuang limbah tersebut jera. Pihaknya, sebut Kuswaedi tidak pernah kurang berupaya, namun stakeholder yang terkait, seperti Pemerintah Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini masih belum terlihat dampak positifnya buat sungai perbatasan Karawang-Subang tersebut. "Upaya kita tidak pernah kurang. Masyarakat mengeluh terus, wajar. Karena selama ini tindakan konkrit (pemerintah) memang tak pernah muncul," katanya kepada Radar Karawang, Senin (30/7) kemarin.

Ia berharap Sungai Cilamaya bisa segera ditangani serius. Mulai dari hulu. Sebab, selain dari Barugbug, perusahaan dari Subang juga menambah kepekatan warna sungai yang sudah dicemari hampir sepuluh tahun tersebut. "Sudah hampir sepuluh tahunan mah begini terus. Kita mah yang merasakan seperti dipingpong saja sama pemerintah," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Wawan Setiawan mengatakan, sejak tahun 2014 dia mendengar sejumlah perusahaan sudah diberikan sanksi oleh Pemprov Jawa Barat. Namun kenyataannya masih saja perusahaan nakal di wilayah Purwakarta dan Subang membuang limbah ke Barugbug dan Sungai Cilamaya. Seandainya, sebut Wawan, perusahaan pembuang limbah tersebut lokasinya ada di Karawang, sanksi tegas bisa dijatuhkan pemkab seperti yang dilakukan ke Pindodeli misalnya. Namun persoalannya sebut Wawan, perusahaan yang membuang racun B3 ini berada di kabupaten tetangga, bahkan cara mereka membuang limbahnya sengaja dilakukan malam hari. Sanksi tertulis, pencabutan izin bahkan menghentikan sementara produksinya bisa dilakukan, kalau seandainya perusahaan itu ada di Karawang. Namun upaya yang dilakukannya tidak bisa sendiri, tapi harus bersama Dinas LH dua kabupaten tersebut. "Kita bukan tidak tegas berikan sanksi dan penindakan, tapi karena oknumnya ini diluar Karawang. Kita hanya bisa koordinasikan dengan dinas di kabupaten tersebut," ujarnya.

Wawan menambahkan, karena kewenangannya sebatas administratif, pihaknya menaruh harapan besar kepada Polres Karawang yang sudah mulai bergerak. Karena konsekwensi yang terus berlangsung setiap tahun ini bisa masuk ranah pidana, dan itu bisa dikejar oleh aparat kepolisian lintas kabupaten/kota. "Kita menaruh harapan agar polres juga bisa bantu. Dan saat ini sudah mulai memburu perusahaan dari akarnya," Harap Wawan saat meninjau kondisi Sungai Cilamaya di perbatasan Subang-Karawang, Senin (29/7). (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template