Pengurus IPPC Diganti - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengurus IPPC Diganti

Pengurus IPPC Diganti

Written By Admin Raka on Senin, 16 Juli 2018 | 16.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pedagang Pasar Tradisional Cilamaya akhirnya tidak bisa lagi menahan kesabaran menyusul rencana relokasi karena pasar akan direvitalisasi. Mereka menolak pindah ke tempat yang baru lantaran menilai lokasi itu sepi dan akan membuat mereka rugi.

Bahkan pedagang mengganti Kepengurusan Ikatan Pedagang Pasar Cilamaya (IPPC) yang disebut-sebut tidak terbuka selama tahapan revitalisasi. "Tempat relokasi itu tanpa sepengetahuan pedagang. Itu jelas sepihak dilakukan IPPC dengan pengembang. Kita kaget karena banyak pedagang yang tidak bisa tidur mikirin relokasi ini, bahkan sebagiannya ada yang sudah ngontrak dibeberapa lokasi," tandas pedagang buah di Pasar Cilamaya H. Asep, Minggu (15/7).

Pedagang lainnya, H. Haerudin mengatakan, selama ini, dirinya sebagai pedagang belum tahu tugas dan kinerja IPPC. Begitupun pertanggungjawabannya apa saja ke pedagang juga tidak pernah tahu. Ia risih, saat lebaran, sebutnya, banyak oknum meminta THR, tapi kondisi ini ternyata tidak bisa dikondisikan oleh IPPC. Kemudian soal AD/ART nya apa dan legalitas organisasi pedagang ini juga dipertanyakan.

Sebab yang nanya ormas atau lembaga atau paguyuban apapun, terang Haerudin, seharusnya ada izin dari Kesbangpol. Disisi lain juga, IPPC selama ini tidak pernah punya semacam CV. Karenanya, kepengurusan saat ini diganti dan manajemennya dibenahi baik pertanggungjawaban, keuangan dan kinerjanya. "Kita pedagang kadang gak tahu, selama ini apa saja kegiatan IPPC,  banyak oknum meminta THR saja saat lebaran kok gak bisa di kondisikan sama IPPC," sesalnya.

Pedagang pasar lainnya, H. Muid mengatakan hal serupa. Menurutnya, pedagang pemilik kekuasaan tertinggi, jadi segala sesuatunya harus dengan keterbukaan dan musyawarah bersama para  pedagang. Sebab, yang ia rasakan pimpinan dan pengurus IPPC selama ini cenderung berjalan sendiri-sendiri dan tidak pro pada pedagang. Tak heran, jika sekali saja bawa kepentingan yang merugikan pedagang, maka semua pedagang menjadi korbannya.

Untuk itu, pedagang sebagai pemegang kendali keberlangsungan organisasinya ini, perlu menyuarakan hak-haknya. Sebab IPPC diberhentikan dan di angkat oleh para pedagang." Jangan sampai pedagang jadi korban akibat kepentingan kepengurusan IPPc yang tidak pro dan tidak terbuka pada para pedagang," Sesalnya.

Formatur Kepengurusan baru IPPC Cilamaya, F Topan Wibowo mengatakan pertemuan para pedagang pada Sabtu pagi (14/7) merupakan puncak dari rentetan pertemuan sebelumnya yang didasari keluhan para pedagang yang menghendaki pergantian kepemimpinan IPPC yang selama ini dibawah kendali lelaki bernama Sukarno. Semula, sebut Topan, pertemuan digelar sejak 6 Juli bersama lintas unsur, mulai pedagang, mantri Pasar, dan Pemerintah Desa Cilamaya, tujuannya ingin memastikan, apakah betul dua lokasi sudah di plot sebagai tempat relokasi pasar Cilamaya jelang pembangunan.

Sebab IPPC lama dan pengembang sudah sebarkan kabar bahwa lokasi relokasi itu di Utara pasar. Ternyata, sesal Topan, kabar itu adalah Hoax dan cenderung membuat teror bagi para pedagang yang selama ini masih stabil berjualan. Bahkan, saking kagetnya muncul tempat relokasi yang tanpa musyawarah tersebut, beberapa pedagang diantaranya sudah ngontrak ke beberapa lokasi.

Atas dasar itulah, pedagang kemudian mengambil sikap, sebab apa yang dilakukan IPPC ada unsur kepentingan pribadi, sehingga  puncaknya menghendaki pergantian pengurus, karena dianggap meresahkan para pedagang. "Lebih dari 200 pedagang mayoritas sepakati kepengurusan baru, karena yang lama ini bikin resah saja, Alhamdulillah semua unsur hadir dan menyetujuinya," tegasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template