Pemukulan Anggota KPPS Masalah Pribadi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemukulan Anggota KPPS Masalah Pribadi

Pemukulan Anggota KPPS Masalah Pribadi

Written By Admin Raka on Senin, 02 Juli 2018 | 11.30.00

PURWAKARTA, RAKA-  Petugas kepolisian dari Polres Purwakarta periksa korban dan sejumlah saksi dalam perkara penganiayaan petugas KPPS yang tarjadi saat pelaksanaan pencoblosan pilkada serentak 27 Juni lalu di TPS 02, Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur. Selain korban, sejumlah pihak terkait pun telah dimintai keterangan.

"Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Jatiluhur, untuk korban dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana, Sabtu (30/6) lalu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, insiden itu terjadi pada Rabu (27/6) lalu, ketika pelaku usai mencoblos berjalan ke kotak suara. Korban yang kebetulan tengah bertugas menjaga kotak suara langsung dipukuli sambil dimaki-maki oleh pelaku.

Kasat Agtha pun membenarkan telah  terjadinya tindak pidana penganiayaan terhadap anggota KPPS oleh salah seorang pemilih pada saat pemungutan suara di TPS 02 Desa Cibinong. "Korban atas nama Saepul Jaelani (35) warga Kampung Sampih, Desa Cibinong, yang bersangkutan sebagai anggota KPPS yang bertugas sebagai penjaga kotak suara," kata Agta.

Menurutnya, kejadian berawal saat proses kegiatan pemungutan suara sedang berlangsung. Seperti biasa Ketua KPPS memanggil para pemilih untuk melakukan pencoblosan termasuk diantaranya terduga pelaku pemukulan, H. Eman masuk kedalam TPS dan sudah melakukan pencoblosan. "Namun pada saat akan memasukan surat suara kedalam kotak suara, tiba-tiba terlapor H. Eman langsung melakukan pemukulan terhadap korban sambil berteriak-teriak memaki korban," ucapnya.

Sementara, Ketua KPPS TPS 02 Desa Cilegong, Suryana mengatakan, bahwa pada saat kejadian tidak terdapat logistik pemilukada yang mengalami kerusakan atau hilang. Adapun akar permasalahan terjadinya penganiayaan adalah murni masalah pribadi bukan kaitan dengan pemilukada. "Penyebabnya diduga berawal dari kejadian satu bulan yang lalu sebelum bulan puasa, berkaitan dengan proses rehab salah satu musala di wilayah pelaku dan korban tinggal," ujarnya.

Suryana berharap, pelaku dapat diganjar hukum yang setimpal, sebab telah melakukan penganiyaan. "Ini untuk jadi pelajaran kedepannya agar hal-hal seperti itu tidak terulang lagi. Anggota saya kan sedang bertugas melayani warga yang akan menyalurkan hak pilihnya, masa sampai dipukuli. Terlepas itu ada permasalahan secara pribadi, baiknya diselesaikan di luar TPS," ujarnya.(gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template