Pemkab Kedodoran Gali PAD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemkab Kedodoran Gali PAD

Pemkab Kedodoran Gali PAD

Written By Admin Raka on Selasa, 24 Juli 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Tumbuh menjadi kota industri, ternyata tidak memudahkan Pemerintah Kabupaten Karawang meraup pendapatan asli daerah (PAD). Hingga satu semester, pemkab masih babak belur menggali pundi-pundi pendapatan dari berbagai sektor.

Bahkan Asisten Daerah III Administrasi Setda Kabupaten Karawang Haryanto harus 'memecut' camat dan kepala desa serta para PNS agar lebih bersemangat mengeruk PAD. "PAD sampai saat ini masih di bawah 40 persen (dari target Rp1,4 triliun). Saya ingatkan selain disiplin, kekompakan kita untuk kerja dengan dedikasi yang tinggi harus ditingkatkan," ujar Haryanto dalam agenda apel pagi di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, Senin (23/7).

Ia melanjutkan, menghadapi tahun 2019, pihaknya seolah pesimis dengan APBD Karawang, karena saat ini dihadapkan dengan beberapa pembangunan yang masih memiliki utang. "Tahun 2018 kita masih punya tunggakan. Kita dikejar (pembangunan kantor) Pemda II yang belum dibayar. Dan kita akan siapkan di anggaran perubahan," terangnya.

Kata Haryanto, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan kordinasi kaitan dengan anggaran. Sedangkan yang harus berupaya keras menggali PAD adalah BPKAD. "Supaya intensif saja dia kerja keras. Mungkin nagih pajak atau PBB yang belum bayar. Ya ditekankan saja, sampai sekarang kan PBB yang masih kecil. Kita informasikan ke camat untuk nagih PBB, itu namanya intensif pajak," terangnya.

Berbicara soal sektor industri tidak terlalu berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Karawang, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena regulasi yang ada pajak perusahaan mengalir ke pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah daerah hanya terbantu dari penyerapan tenaga kerja. "Berbicara pajak perusahaan ternyata masih belum dapat masuk ke daerah. Pajak masih masuk ke Jakarta," tuturnya.

Ia melanjutkan, selain penyerapan tenaga kerja, pihaknya sekarang sedang memaksimalkan dana Corporate social responsibility (CSR) perusahaan di Karawang. "Keberadaan industri harus dirasakan masyarakat, salah satunya dengan dana CSR," tandasnya. (apk/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template