Pembentukan BPD Cikampek Pusaka Panas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembentukan BPD Cikampek Pusaka Panas

Pembentukan BPD Cikampek Pusaka Panas

Written By Admin Raka on Senin, 30 Juli 2018 | 15.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Menjelang akhir masa jabatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2012-2018 yang habis pada tanggal 3 Oktober mendatang, semua desa di Kabupaten Karawang telah melakukan pembentukan BPD periode 2018-2024.

Pembentukan BPD Cikampek Pusaka, Kecamatan Cikampek berjalan cukup alot. Karena Pemilihan yang digelar di Dusun Timur Desa Cikampek Pusaka itu melebihi kuota yang ditetapkan. Dari enam warga yang mencalonkan hanya tiga yang dibutuhkan, sehingga tiga yang tidak terpilih harus menerima kekalahan.

Bukan hanya itu, proses pembentukan BPD melalui jalur pemilihan itu bahkan ada salah satu calon yang terpaksa dicoret karena tidak hadir pada saat musyawarah dusun.

Dinamkia pembentukan sangat terasa, masing-masing calon menyampaikan visi dan misi. Selain itu masing-masing calon juga disuguhkan pertanyaan dari peserta musyawarah yang hadir mengenai visi misi yang disampaikannya.

Cahyadi, Sekdes Cikampek Pusaka mengatakan, jumlah anggota BPD di Desa Cikampek Pusaka berjumlah 7 orang yang dibagi kedalam dua dusun yaitu Dusun Barat dan Dusun Timur. "Dusun Timur sudah minggu kemarin, jumlahnya 4 orang satu diantaranya perempuan. Karena calonnya hanya 4 jadi tidak ada pemilihan (voting)," ujarnya.

Menurutnya pembentukan BPD Dusun Timur dihadiri oleh semua panitia 11, tokoh masyarakat, agama, pemuda, babinsa, babinkamtibmas bahkan dihadiri dan disaksikan juga oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Cikampek Hendi Suharyadi. Adapun yang menjadi pemilih ialah tiga orang perwakilan dari setiap RT. "Ada 8 RT dan setiap RT diwakili oleh tiga orang perwakilan sebagai pemilih, karena jumlah BPD yang dibutuhkan di Dusun Timur berjumlah 3 orang," ujarnya.

W Arwin Samsuri, ketua panitia yang sekaligus memimpin musyawarah mengatakan, BPD Cikampek Pusaka sudah terbentuk semua sebanyak 7 orang. Minggu lalu pembentukan di Dusun Barat sebanyak 4 orang tanpa pemilihan. Di Dusun Timur ada 6 orang calon yang mendaftarkan diri, sementara yang dibutuhkan hanya 3 orang. Maka untuk Dusun Timur dilakukan pemilihan. Prosedur pemilihannya yaitu setiap utusan dari masing-masing RT berhak memilih 3 nama dari 6 nama calon pada kertas suara yang sudah disediakan oleh panitia. "Semuanya 24 pemilih dari 8 RT, masing-masing RT mengirimkan 3 orang utusan. Ada salah satu calon yang didiskualifikasi karena tidak dapat hadir pada saat pemilihan," paparnya.

Kuswandi, salah satu anggota BPD yang terpilih menyampaikan, keinginannya untuk tetap menjadi BPD karena merasa masih punya tugas yang belum selesai pada periode 2012-2018 lalu. "Saya ingin turut membantu pelaksanaan pembangunan yang ada di Cikampek Pusaka. Selain itu saya juga ingin melanjutkan program-program BPD di periode 2012 seperti membantu membangun rumah warga yang sudah tidak layak huni namun bukan rutilahu dari program desa ataupun aspirasi dewan, BPD punya program sendiri yang  anggarannya dari para kerabat atau relasi BPD itu sendiri. Tahun sekarang sudah dua rumah yang dibangun," papar Kuswandi yang periode sebelumnya merupakan Ketua BPD Cikampek Pusaka.

Di Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru juga melakukan pembentukan BPD yang dimotori oleh panitia 11.

Alih Miharja, Kepala Desa Wancimekar mengatakan, sudah memilih dan menetapkan 9 anggota BPD untuk masa bakti 2018-2024. Pembentukan dilakukan secara musyawarah di masing-masing dusun yang ada di Desa Wancimekar. "Untuk tahun sekarang anggota BPD berjumlah 9 orang, sementara di Desa Wancimekar ada tiga dusun, maka dari masing-masing dusun diwakili oleh tiga orang anggota," ujar Alih.

Musyawarah dusun dilakukan selama tiga hari berturut-turut di masing-masing dusun dengan dihadiri oleh kepala desa, semua panitia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama. Adapun mekanisme pembentukannya berdasarkan musyawarah mupakat. Karena di masing-masing dusun tidak ada yang lebih dari 3 calon, maka tidak dilakukan pemilihan atau voting. "Karena di semua dusun tidak lebih dari 3 orang calon, maka tidak ada proses pemilihan (voting). Namun dari 9 orang yang terpilih semuanya mutlak berdasarkan keputusan dan kesepakatan musyawarah di masing-masing dusun," tegasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template