Pemagangan Solusi Peningkatan SDM Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemagangan Solusi Peningkatan SDM Karawang

Pemagangan Solusi Peningkatan SDM Karawang

Written By Admin Raka on Jumat, 20 Juli 2018 | 15.00.00

PURWASARI, RAKA - Adanya pemecatan 2000 karyawan PT Dean Shoes, Purwasari, Karawang membuat sejumlah kalangan semakin khawatir akan nasib warga Karawang. Selain upah yang cukup tinggi, sumber daya manusia (SDM) warga Karawang yang dinilai belum bisa bersaing dengan para pendatang seharusnya menjadi pehatian khusus oleh pemerintah daerah Karawang.

Pemerhati ketenagakerjaan, Roni Usman mengaku greget dengan sikap pemerintah yang tidak serius dalam menyelesaikan persoalan ketenaga kerjaan. Meski sudah ada peraturan daerah yang meyebutkan bahwa warga Karawang harus 60 persen di perusahaan yang ada di Karawang. Namun karena persoalan SDM banyak perusahaan yang mengindahkan aturan itu. "SDM-nya harus ditingkatkan, agar memiliki daya saing," ujar Rous sapaan akrab Roni Usman, saat berbincang dengan Radar Karawang, Kamis (19/7).

Lelaki yang merupakan aktivis ini juga menyampaikan, jika dilihat saja fasilitas dan sarana yang ada di Karawang. Masih belum sinkron dengan perusahaan yang ada di Karawang. Mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK) sampai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Maka wajar saja, jika perusahaan lebih memilih pendatang, karena mereka lebih siap untuk kerja di pabrik dengan kemampuan yang dimiliki," bebernya.

Seharusnya, tambah Rous, BLK Karawang memiliki mesin yang sama dengan pabrik-pabrik yang ada di Karawang. Sehinga para peserta didik yang dilatih oleh BLK benar-benar siap pakai untuk terjun ke dunia kerja. Begitu juga dengan fasilitas yang dimiliki oleh SMK yang ada di Karawang. "Coba intip mesin apa yang ada di perusahaan. Buat duplikasinya, jadi benar-benar sinkron," ujarnya.
Atau, tambahnya, ada solusi lain yaitu dengan mengharuskan semua siswa SMK melakukan magang di pabrik yang ada di Karawang. Dengan demikian, setelah magang selesai, maka saat perusahaan membutuhkan karyawan hanya tinggal diformalkan saja secara administratif. Karena siswa sudah bisa bekerja di perusaahn tersebut saat mengikuti magang. "Ini bisa terealisasi, kalau pemdanya proaktif, dan peduli dengan nasib warganya," ujarnya.

Daripada, pemda menganggarkan didirikannya BLK-BLK di setiap kecamatan. Dan harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk pengadaan sarana dan prasarana BLK termasuk mesin-mesin yang sama dengan yang dimiliki oleh pabrik yang ada di Karawang. "Belum lagi proses pengadaanya atau lelangnya ada permainan. Kemudian terjadi praktik korupsi. Maka lebih baik dimagangkan saja," sarannya.

Menurutnya, bisa saja kurikulum SMK yang selama ini sudah ada dirobak total untuk bisa sinkron dengan perusahaan atau pabrik. Bahkan jika perlu, kalau biasanya sekolah itu tiga tahun lulus, tambah saja enam bulan lagi atau satu tahun lagi untuk mengikuti pemagangan secara wajib. "Kalau untuk peningkatan kemampuan, kenapa tidak. Tambah saja waktu sekolahnya jangan cuman tiga tahun," ujarnya.

Menurutnya, hasil observasi ke beberapa perusahaan yang ada di Karawang, masih sangat banyak perusahaan yang hanya menyiapkan kuota untuk warga Karawang bisa bekerja. Perusahaan lebih memilih pendatang yang secara kualitas bisa lebih baik. "Di jawa, itu alat-alat praktik di setiap SMK sudah menyamai pabrik. Jadi pas keluar sekolah mereka memiliki kualitas yang cukup untuk masuk dunia kerja," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga harus bisa menyetabilkan upah, sehingga tidak terus bertambah perusahaan yang gulung tukar atau pindah dari Karawang. "Semua pengusaha pasti nggak mau rugi. Ini harus jadi perhatian khusus," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template