Parkir Pasar Kaligandu Sempit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Parkir Pasar Kaligandu Sempit

Parkir Pasar Kaligandu Sempit

Written By Admin Raka on Sabtu, 07 Juli 2018 | 13.30.00

Motor dan Mobil Boks Tiap Hari Parkir di Pinggir Jalan  

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pemanfaatan bahu jalan sebagai area parkir di depan Pasar Tradisional Kaligandu, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat mengakibat penyempitan badan jalan, sehingga mengakibatkan ruas jalan tersebut rawan macet.

Berdasarkan pantauan Radar Karawang di lokasi, Jumat (6/7) pagi, kendaraan boks tertutup ketika sedang melakukan bongkar muat barang. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan barang dagangan ke toko di pinggir membuat kendaraan yang melintas memperlambat lajunya, karena harus bergantian melintas dengan kendaraan dari arah berlawanan. Akibatnya arus lalulintas sempt tersendat.

Sejak dibangunnya pasar tersebut hingga saat ini belum mengalami perubahan luas. Baik lokasi pasar maupun tempat parkir yang ada. Padahal jumlah kendaraan terus bertambah. Alhasil pengunjung yang tidak kebagian tempat parkir pun terpaksa memarkir kendaraannya di pinggir jalan sehingga mengakibatkan penyempitan jalan. Selain itu jumlah pedagangnya pun semakin banyak, otomatis lapak-lapak dagangannya semakin melebar hingga nyaris menyentuh bahu jalan.

"Di depan pasar ini selalu macet, sekarang saja terlihat agak kendur karena kebetulan yang parkir dipinggir tidak banyak. Padahal biasanya parah sekali sampai mengakibatkan kemacetan," tandas Karyadi (30) warga Kampung Lamping Nambo, Kecamatan Pangkalan yang sehari-hari berada di sekitar pasar. Dia menegaskan kondisi saat itu tidak separah biasanya.

Dikatakan Karyadi, pasar tradisional yang sudah ada sejak tahun 1988 itu tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Sementara pembangunan pertokoan makin ke depan.
"Ya, akibatnya seperti sekarang ini kemacetan sering terjadi. Memang tidak berlangsung lama akan tetapi tetap menjadi masalah," ucapnya.

Hal senada dikatakan Jaja (33) pengendara motor, warga Kecamatan Tegalwaru dia sependapat jika pasar tradisional itu harus memikirkan areal parkir untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi saat pasar tengah banyak pengunjung. "Biasanya pagi hari, sering banget membuat macet karena banyak pengunjung yang memburu barang di pertokoan depan pasar yang memarkirkan kendaraan, di bahu jalan, rata-rata pengguna jalan khawatir terserempet sehingga mereka harus pelankan kendaraan," ungkapnya.

Kepala Seksi Ketertiban dan Keamanan Kecamatan TelukJambe Barat, H. Ocang SH mengungkapkan pasar tradisional itu bukan milik pemerintah sehingga tidak bisa dipaksakan agar bisa mewujudkan areal parkir dengan cepat karena harus melalui kesadaran para pemilik toko dan kios. Akan tetapi pemberitahuan melalui surat agar bisa menertibkan kendaraan yang terparkir di areal warung, kios atau toko," tandasnya.

"Surat pemberitahuan perihal pengamanan areal parkir sudah disosialisasikan 2016 lalu, dan saya pun tidak serta merta tegas dalam hal ini karena pasar tradisional itu bukan milik pemerintah. Kita lihat saja ke depannya agar para pelaku usaha bisa menjaga dan menertibkan kendaraan pelanggannya sehingga tidak menimbulkan kemacetan," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template