Orang Tua Takut Bawa Anak Masuk Rumah Sakit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Orang Tua Takut Bawa Anak Masuk Rumah Sakit

Orang Tua Takut Bawa Anak Masuk Rumah Sakit

Written By Admin Raka on Minggu, 29 Juli 2018 | 14.30.00

TELUKJAMBE, RAKA - Akibat tidak adanya sarana bermain bagi anak-anak di lingkungan rumah sakit akhirnya halaman parkir kendaraan jadi sarana mereka bermain. Meski dampaknya pepohonan halaman parkir menjadi rusak namun membuat anak-anak yang ikut orangtuanya berkunjung ke RSUD Karawang menjadi lebih aman.

"Kalau bisa sih ada sarana bermain anak di rumah sakit ini. Minimal jika itu ada anak-anak tidak mau ke lingkungan rumah sakit sehing tidak menggangu warga yang mau berobat atau pun menjenguk. Nah, sesuai berita kan, penularan virus ke anak-anak tinggi di dalam rumah sakit, makanya anak-anak saya jaga di tempat parkir agar tidak masuk ke dalam rumah sakit," ucap Rahmat (30) warga Kecamatan Cilamaya Kulon yang mengantarkan keluarga berobat kepada Radar Karawang, Jumat (27/7).

Diakui Rahmat, halaman RSUD selain digunakan sebagai area parkir dan tempat bermain anak juga dijadikan sebagai tempat istirahat pengunjung rumah sakit yang menjenguk sanak keluarganya yang dirawat di rumah sakit itu. Biasanya mereka melakukan itu sambil menunggu jam besuk di ruang rawat inap.

Sementara Halimah (37) ibu rumah tangga yang mengaku akan menjenguk sanak keluarganya mengatakan enggan membawa anak-anaknya masuk kawasan ruang inap pasien karena khawatir bisa tertular virus. Dirinya memilih bergantian masuk ke ruang rawat inap dengan suaminya agar anak-anaknya tetap ada yang menjaga di luar lingkungan rumah sakit.

"Daripada resiko lebih baik  menunggu di  halaman parkir kendaraan, lebih aman. Saya gantian sama suami masuk ke ruang rawat inap. Lagian anak saya pun takut masuk rumah sakit. Mereka memilih main kembang dan pepohonan yang tumbuh di halaman parkir kendaraan," ucapnya.

Menyikapi hal tersebut Kepala Hukmas dan Promkes RSUD Karawang H. Ruhimin.SH. kepada Radar Karawang mengatakan hal itu pernah dibahas dalam rapat. Diakuinya sebuah program tidak harus serta merta terwujudkan, akan tetapi melakukan beberapa tahapan kajian dan evaluasi anggaran. Dirinya memang membenarkan belum adanya halaman taman main anak yang berkunjung ke lingkungan rumah sakit. "Meskipun keberadaan taman bermain anak tidak begitu efektif namun hal itu pernah dibahas, bukan saja di internal kami tetapi juga eksternal," ungkap Ruhimin.

Namun, Ruhimin mengakui untuk mewujud itu bukan hal mudah, karena betapapun anggaran yang digunakan adalah anggaran pemerintah, jadi harus bisa menjelaskan terlebih dahulu ke publik agar mengerti dan memahami pentingnya taman bermain bagi anak. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template