Orang Tua Siswa Dibebani Rp 150 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Orang Tua Siswa Dibebani Rp 150 Ribu

Orang Tua Siswa Dibebani Rp 150 Ribu

Written By Admin Raka on Jumat, 27 Juli 2018 | 18.00.00

RAWAMERTA, RAKA- Sejumlah orang tua siswa SDN Kutawargi 1, Kecamatan Rawamerta, mengeluhkan musyawarah orang tua murid. Pihak sekolah terkesan memaksa orang tua untuk membayar biaya akreditasi dan pembangunan sebesar Rp 150 ribu per orangnya. Bahkan, orang tua yang kecewa, lebih memilih meninggalkan rapat sebelum rapat itu selesai.

Dikatakan salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya, setiap kali tahun ajaran baru, pihak sekolah selalu saja membebankan biaya, yang katanya untuk biaya pembangangunan dan akreditasi. Padahal, jika dilihat, kondisi bangunan sekolah masih utuh. Selain itu, tidak semestinya orang tua siswa dijadikan sapi perah hanya untuk keperluan akreditasi. "Sudah 2 tahun terakhir dipungut terus, tahun kemarin Rp 100 ribu, sekarang Rp 150 ribu. Tentu kami keberatan," katanya, saat diwawancara Radar Karawang.

Dalam rapat tersebut, lanjutnya, pihak sekolah dinilai arogan dan terkesan memaksa orang tua siswa yang hadir agar menyepakati nominal uang yang sudah ditentukan. Atas hal tersebut, tak sedikit orang tua siswa yang meninggalkan rapat tersebut karena kecewa. "Kalau mau ditentukan nominalnya, kenapa harus mengundang orang tua. Sudah aja bikin selebaran. Ini mah kami dipaksa setuju untuk sepakat bayar Rp 150 ribu," tegasnya.

Sementara menurut Kasi Trantib Desa Kutawargi sekaligus orangtua siswa, Deni Kusnaedi, ketika orang tua siswa dipanggil untuk rapat di sekolah, seharusnya terjadi musyawarah yang dapat menghasilkan keputusan. Kenyataannya, pihak sekolah secara sepihak meutuskan nominal uang yang harus dibayar oleh orang tua. Tentu saja orangtua siswa menolak. "Katanya sih biat bikin hiasan untuk kepentingan akreditasi. Kalau hanya untuk akreditasi, kenapa membebankan orangtua," ujarnya.

Dirinya bersama warga lain, sepakat untuk membuat tanda tangan penolakan pungutan uang tersebut, karena dinilai terlalu membebankan. "Gimana kalau orang tua tidak mampu, bahkan ada orangtua siswa yang menyekolahkan sampai 3 orang anak di situ. Pokoknya kami keberatan selaku orangtua siswa," pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini di terbitkan, pihak sekolah belum bisa di konfirmasi. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template