Model Belajar Suasana Kekeluargaan Disarankan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Model Belajar Suasana Kekeluargaan Disarankan

Model Belajar Suasana Kekeluargaan Disarankan

Written By Admin Raka on Selasa, 10 Juli 2018 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Selain cara mendidik peserta didik dengan metode terbaru, guru juga harus bisa memotivasi diri untuk melakukan perbaikan semangat mengajarnya, guna menciptakan pendidikan berkualitas.

Hal itu diungkapkan Pemerhati Pendidikan Isep Suprapto, belum lama ini.  "Guru yang cerdas pasti melakukan evaluasi diri dan memperbarui semangat mengajarnya. Itu perlu dilakukan terlebih jika menyadari beratnya tantangan yang dihadapi guru dalam proses transper ilmu dewasa ini," ungkapnya.

Untuk itu, teang Isep, guru harus ikhlas memberikan bimbingan kepada para siswanya sepanjang waktu, dimanapun seorang guru berada, guru tidak dibatasi waktu dan tempat dalam mendidik siswa, sebagaimana orang tua mendidik anaknya. Seorang guru harus melandasi interaksi dengan peserta didiknya diatas nilai kasih sayang yang ujung-ujungya akan melahirkan keharmonisan, semua guru harus mengedepankan pendidikan dengan suasana hati (cinta dan kasih sayang) bukan emosi.

"Timbal balik dari rasa kasih sayang dari para peserta didik bisa terwujud melalui sikap kepatuhan, motivasi belajar dan rasa ingin selalu menghargai gurunya. Dengan sikap-sikap seperti ini maka siswa akan merasakan bahwa belajar sudah bukan lagi sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan sehingga akan muncul gairah untuk berprestasi didalam jiwa setiap siswa," terang Isep.

Ada tiga hal yang sangat dibutuhkan para siswa disekolah. Pertama lingkungan belajar yang nyaman, kedua sekolah sebagai rumah kedua mereka, dan ketiga komunitas harmonis teman sebaya. Lingkungan belajar yang nyaman meliputi sarana dan prasarana fisik serta suasana belajar yang enjoy learning sehingga  suasana belajar akan efektif, akan lahir minat, bakat, terciptanya pendidikan  bermakna, adanya pemahaman atau penguasan materi dengan baik.

Masih dikatakan Isep, guru sebagai sosok yang pantas digugu dan ditiru, jadilah guru yang tidak lagi bertindak sebagai penguasa kelas atau mata pelajaran, tetapi bertindaklah sebagai pembimbing, hindari sebanyak mungkin nada memerintah dan diganti dengan ajakan, sering-seringlah melakukan pemberian motivasi terhadap anak sehingga bukan paksaan yang dimunculkan, tetapi pemberian stimulus sehingga membangun keberanian dan kepercayan diri siswa.

Pengembangan aspek kemanusiaan ini bisa tercipta jika guru dapat menciptakan iklim pembelajaran dikelas yang kondusif dengan menerapkan model-model pembelajaran yang menantang siswa berfikir kritis dan kreatif. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template