Menyedihkan, Gara-gara Sayur Rumah Sanim Tinggal Puing - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menyedihkan, Gara-gara Sayur Rumah Sanim Tinggal Puing

Menyedihkan, Gara-gara Sayur Rumah Sanim Tinggal Puing

Written By Admin Raka on Rabu, 18 Juli 2018 | 13.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Warga RT 03 RW 02 Desa Mekarmulya, Telukjambe Barat ini nasibnya memang apes. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah hidupnya susah, satu-satunya rumah yang dimiliki pun terbakar. Alhasil, kini dia terpaksa tidur direruntuhan bangunan rumahnya yang masih tersisa.

Peristiwa itu terjadi, Selasa (17/7) sekitar pukul 08.30 Wib dan menimpah warga bernama Sanim (42). Bangunan rumah semi permanen yang dibangunnya dengan susah payah itu nyaris tanpa sisa setelah dilalap si jago merah. Untuknya api tidak menjalar ke rumah tetangga-tegangganya karena api keburu dipadamkan. Kendati demikian Sanim mengaku akibat peristiwa itu kerugian yang dideritanya mencapai Rp 5 juta.  "Banyak barang saya yang tidaka bisa diselamatkan. Kalau dihitung dengan bangunan rumah bisa mencapai Rp 5 juta rupiah kerugian saya," ucap Sanim.

Informasi yang dihimpun Radar Karawang, api berasal dari tungku masak di bagian dapur rumah yang terbakar. Sebelumnya, sempat terlihat istri Sanim, Saidah (40) terlihat keluar dapur dan menuju warung untuk membeli sayur. Namun, tidak ada yang tahu kalau saat itu Saidah sedang memasak dan meninggalkan api tungku dalam keadaan menyala. "Memang istri saya sebelum kebakaran sedang memasak didapur. Tapi karena akan membeli keperluan akhirnya meninggalkan dapur dan ke warung," ucap Sanim dan  mengaku saat kejadian kejadian dia sedang berada di rumah temannya, Empud tidak jauh dari rumahnya.

Sementara ketika meninggalkan dapurnya Saidah tidak menduga sedikitpun akan ada kebakaran. Apalagi jarak dinding rumahnya yang terbuat dari tepas juga tidak begitu dekat dengan tungku masak yang masih menyala. Ditambah lagi hal itu sudah biasa dia lakukan dan belum terjadi kebakaran. Makanya, diapun merasa tidak ada yang patut dikhawatirkan dari tungku masak.

Tetapi siapa menyangka bambu yang biasa digunakan untuk meniup api terjadi tersambung ke dinding terbuat dari tepas. Sialnya, bambu itu terbakar dan api menjalar melalui batang bambu terbakar sampai akhirnya membakar dinding dapur yang terbuat dari bilik. "Istri saya kaget begitu kembali ke rumah. Api sudah membakar dinding dapur dan spontan teriak kebakaran karena panik," ucap Sanim.

Teriakan istri Sanim mengagetkan warga sekitar rumahnya hingga berdatangan termasuk Sanim yang ketika itu berada di rumah Empud. Tahu rumah Sanim kebakaran wargapun gotong royong berusaha memadamkan api. Namun api keburu membesar ditambah lagi dinding rumah Sanim juga terbuat dari bilik sehingga mudah terbakar. Alhasil, dalam waktu sebentar api melalap hampir seluruh bangunan rumahnya.

Untungnya warga tidak putus asa dan terus berusaha memadamkan api. Sementara sebagian memadam api sebagian lagi warga membantu Sanim menyelamatkan barang-barang korban yang bisa diselamatkan. Setelah lama berjibaku akhirnya warga berhasil memadamkan api, meski saat itu hampir keseluruhan bangunan rumah korban sudah terbakar. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template