Kurir Ganja Divonis Bebas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kurir Ganja Divonis Bebas

Kurir Ganja Divonis Bebas

Written By Admin Raka on Selasa, 31 Juli 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA, RAKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta yang dipimpin Ariani Ambarwulan, menyatakan terdakwa Jajang Mulyana bin Sultoni (Alm) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan pertama primair, subsidair dan dakwaan kedua primair, subsidair penuntut umum, dalam persidangan yang digelar 19 Juli 2018 lalu.

"Melalui putusan PN Purwakarta nomor 59/Pid.Sus/2018/PN Pwk, majelis hakim juga membebaskan terdakwa dari semua dakwaan penuntut umum," ujar Humas PN Purwakarta, Daniel E Setiawan Simanjuntak, kepada awak media, Senin (30/7).

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. "Dan menetapkan barang bukti, ganja sebanyak 28,8 kilogram dan barang bukti lainnya dipergunakan dalam perkara Dede Rahmat alias Umar alias Bakri bin Oman serta membebankan biaya perkara kepada negara," kata Daniel.

Sebelumnya, Jajang Mulyana (28) warga Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta kedapatan memiliki ganja sebanyak 28,8 kilogram saat ditangkap Tim Satres Narkoba Polres Purwakarta pada 28 Januari 2018 lalu. Namun dalam fakta persidangan, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek itu mengaku tidak mengetahui bahwa barang yang diangkutnya itu berisi ganja puluhan kilo.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Purwakarta Sucipto mengatakan, setelah menerima putusan resmi yang dikeluarkan PN Purwakarta, pihaknya akan menggambil langkah hukum kasasi terhadap putusan tersebut. Pihaknya membenarkan telah menuntut terdakwa dengan tuntutan 18 tahun penjara dan denda subsidair 1 miliar atau 3 bulan kurungan. "Kita akan kasasi terhadap putusan PN Purwakarta yang berkaitan dengan perkara atas nama Jajang Mulyana," ujarnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kasatres Narkoba Polres Purwakarta AKP H Heri Nurcahyo SH mengatakan, semua pihak wajib menghormati setiap putusan hakim. Ketika putusan hakim telah dikeluarkan sementara jaksa penuntut tidak sependapat atau tidak menerima putusan tersebut, kata Heri, maka ada proses selanjutnya yaitu jaksa melakukan banding. "Kita percayakan semua proses kepada intansi yang memproses dari penangkapan, penyitaan, hingga proses BAP, yakni Polri. Kemudian, ketika BAP sudah dinyatakan lengkap oleh JPU, maka JPU berkewajiban membuat tuntutan. Termasuk menghadirkan saksi-saksi, bukti-bukti dan tersangka di persidangan," ujarnya.

Di persidangan itu lah, kata Heri, jaksa berkewajiban membuka fakta-fakta dan bukti-bukti di depan hakim serta membangun keyakinan hakim. "Dalam persidangan itu pula hakim memutuskan suatu perkara dengan bukti-bukti, serta keterangan-keterangan saksi dan terdakwa serta fakta-fakta yang dibangun oleh JPU. Karena itu setiap warga negara Wajib menghormati semua keputusan hakim," ucapnya.

Apabila ternyata jaksa tidak sepakat atau tidak menerima putusan hakim, sambung Heri, maka dapat mengajukan banding, kasasi, dan seterusnya. "Jadi tidak perlu kita berpolemik dengan putusan tersebut. Percayakan kepada proses perkara ini," kata Heri. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template