Kelola Dana Rp 1,84 Miliar! - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kelola Dana Rp 1,84 Miliar!

Kelola Dana Rp 1,84 Miliar!

Written By Admin Raka on Rabu, 04 Juli 2018 | 18.15.00

Gotong Royong Pondasi Pembangunan

CILAMAYA WETAN, RAKA- Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, nampaknya tidak pernah libur menjalankan program pemberdayaan dan pembangunan setiap bulannya. Selain di pimpin kepala desa yang menjabat Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) se Kecamatan Cilamaya Wetan, desa yang berbatasan langsung dengan Desa Muarabaru dan Sukatani ini andalkan budaya gotong royong dan musyawarah lintas sektor sebelum menetapkan lokasi-lokasi pembangunan. Tak heran, desa yang diguyur dana Rp 1,84 miliar dalam pendapatan APBDes tahun 2018 ini, menerima penghargaan sebagai desa terbaik ketiga Jawa Barat  dalam program Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2018.

Kades Rawagempol Wetan, H Udin Abdul Gani mengatakan, tidak ada keistimewaan bantuan dan waktu cepat atau lambatnya dana transfer desa turun pada desanya, meskipun statusnya sebagai ketua IKD, namun beban sebagai ketua para kades, tentunya ia harus bisa menjadi teladan dan contoh dalam hal membangun desa yang lebih cepat dan sukses. Dengan bantuan dana Rp 1,84 miliar pertahun, baik dari ADD, Dana Desa, luncuran Dana Bagi Hasil (DBH) dan Bantuan Gubernur (BanGub) plus Pendapatan Asli Desa (PADes), bukan perkara mudah mengelolanya, karena harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, bukan oleh pemerintahan desa yang sebagai pelayan masyarakatnya. Oleh karenanya , dengan asas gotong royong dan pemerataan, ia berupaya agar pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan masyarakatnya bisa merata tanpa kecemburuan, karena setiap tahunnya dana -dana yang mengguyur desanya bukan malah menurun, tapi terus meningkat. Di satu sisi, sebutnya, ini merupakan kepercayaan pemerintah pada desa, disisi lain juga menjadi ujian, dimana pengelolaannya tidak boleh gegabah. Apalagi, selain inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga ikut melototi besaran dana tersebut, baik sebelum, saat pelaksanaan maupun evaluasinya. "Saya harus jadi teladan sebagai IKD bagi desa lainnya, minimal mengelola administrasi yang baik dan tepat waktu," katanya.

Disinggung dana yang besar apakah dirinya pernah memiliki pola pikir memgkorup uang tersebut, Udin dengan tegas menjawab tidak sama sekali, karena satu hal yang ia takuti, yaitu khianat kepercayaan masyarakat. Lagi pula, sebut Udin, uang yang besar itu, bukan milik kades atau pemerintah desa, tetapi milik masyarakat yang diamankan untuk pembangunan. Justru yang ada, mata anggaran yang harus habis dan terpakai, tertera dalam draft dan pelaporannya, sehingga lebih banyak menambahi anggaran yang ada dari sumber PADes. "Gak lah sampai korupsi mah, uang ini kan amanah, kita tidak mau khianat, malah kita tambah nombokan, untung ada ada dari PADes," katanya.

Ia berharap, desanya kedepan bisa semakin terarah. Jika tidak bisa jadi sentra wisata, setidaknya gotong royong jadi andalan desanya. Baik dalam pembangunan, guyub kebudayaannya maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Sebab, dua periode ia memimpin Desa Rawagempol Wetan ini, masih banyak PR yang berkelanjutan, utamanya infrastruktur dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM)." kalau tidak bisa jadi sentra wisata dan pertanian misalnya, kita arahkan masyarakat bangun desa dengan gotong royong," katanya.(rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template