Kadisdik: Tidak Ada Sekolah Favorit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kadisdik: Tidak Ada Sekolah Favorit

Kadisdik: Tidak Ada Sekolah Favorit

Written By Admin Raka on Kamis, 12 Juli 2018 | 18.47.00

PURWAKARTA, RAKA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Purwakarta untuk tingkat SMP tidak ada masalah dalam proses penerimaannya. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto, di Kantor Dinas Pendidikan Jalan Veteran Gang Beringin Nomor 1, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

"Lancar tidak ada kendala bahkan sesuai aturan yang berlaku PPDB SMP di Purwakarta, " ujar Purwanto.

Ia juga mengatakan, untuk sekolah sendiri tidak ada perlakuan khusus untuk SMP di Purwakarta yang dikenal sebagai sekolah favorit. "Tidak ada satu sekolah yang favorit, kami tidak mengkhususkan seperti itu, tapi bagi kami semua sekolah di wilayah Purwakarta adalah favorit," ujar dia.

Untuk PPDB sendiri, terutama sekolah di bawah naungan Pemda Purwakarta, Purwanto memberlakukan zonasi dengan memprioritaskan warga sekitar sekolah dengan mempresentasikan rincian 65 persen jalur akademik, lalu dari luar kota 5 persen dan non akademik ada 35 persen. "Untuk zonasi kita berlakukan juga bagi yang melalui jalur akademik maupun non akademik, termasuk warga kurang mampu, zonasi, dan jalur prestasi," katanya.

Dijelaskannya untuk daya tampung SMP di Purwakarta masih cukup memadai, ada 50 SMP reguler, 98 sekolah satu atap (Satap) dan 25 SMP swasta. Jumlah tersebut diluar jumlah MTs negeri dan swasta. "Jumlah lulusan SD sebanyak 16.341 yang tercatat sudah mendaftar di SMP negeri sebanyak 11.959. Untuk daya tampung seluruh SMP negeri sebanyak 15.523 siswa. Jika ditambah dengan MTs daya tampung menjadi 18.723 siswa. Masih cukup memadai," katanya.

Terkait mereka yang masuk melalui jalur tak mampu, Purwanto pun mengimbau sekolah untuk selektif. karena, lanjut dia, bagi yang menggunakan jalur mampu sesuai dengan data dan prioritas yang terdaftar di negara. "Para pengguna KIP, KIS dan JKS harus diprioritaskan. Karena para penggunanya sudah terdaftar di negara," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mereka yang daftar SKTM dadakan, harus dikontrol oleh sejumlah pihak, termasuk pihak aparat desa dan pihak kecamatan. "Jangan sampai ada yang pura-pura miskin, laporkan saja jika ada yang memanfaatkan cara ini," pungkasnya. (ris)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template