Jumlah Advokat di Karawang Masih Sedikit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jumlah Advokat di Karawang Masih Sedikit

Jumlah Advokat di Karawang Masih Sedikit

Written By Admin Raka on Minggu, 15 Juli 2018 | 22.14.00

KARAWANG, RAKA- Saat ini, advokat di Karawang berjumlah 106 orang. Jumlah ini dinilai masih sangat sedikit. Sehingga, banyak masyarakat yang tidak terjangkau bantuan hukum.

Untuk meningkatkan advokat, Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar ujian profesi advokat secara nasional. 5.397 calon advokat melangsungkan ujian serentak di 34 kota di Indonesia. Salah satunya di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Di aula Unsika ini 62 peserta mengikuti ujian. Sabtu (14/7). "Unsika jadi satu - satunya tempat penyelenggara di wilayah utara Jawa Barat. Karena itu peserta kali ini ada yang dari Purwakarta, Subang, Bekasi maupun Karawang," kata Imam Budi Santoso, Sekretaris DPC Peradi Karawang.

Imam menuturkan, tahun ini untuk pertamakalinya, Peradi melaksanakan ujian advokat di Karawang. Menurut Imam, hal itu sangat positif karena jumlah advokat di Karawang masih sedikit. "Di Karawang hanya ada 106 advokat. Ini masih sangat sedikit. Banyak masyarakat kita yang tidak terjangkau bantuan hukum," kata dia.

Sementara, Taqiudin (60), salah seorang peserta ujian terlihat tekun mengisi lembar jawaban. Mimik mukanya nampak serius saat mengerjakan soal ujian.
Kakek asal Karawang ini mengikuti ujian Profesi Advokat yang diselenggarakan Peradi di aula Unsika.

Meski usianya melebihi kepala lima, Taqiudin masih semangat mengejar cita - citanya menjadi seorang pengacara. Ia adalah peserta ujian tertua di Ujian Provesi Advokat yang diselenggarakan Peradi gelombang tahun 2018.

Ia optimistis bisa lulus ujian dan mendapat lisensi advokat sehingga bisa praktik dan beracara di pengadilan. Bagi Taqiudin, tak ada kata terlambat untuk meraih cita - cita. "Meski usia saya lumayan sudah 60 tahun, bukan berarti terlambat, saya ikut bergabung beserta yang lainnya untuk pengabdian ilmu saya kepada masyarakat," kata Taqiudin saat ditemui  usai ujian.

Taqiudin menegaskan, tak pernah merasa terlalu tua untuk membela orang yang kena perkara. "Ya kalau saya sehat insya Allah siap (beracara di pengadilan) karena itu merupakan hobi," tandas dia.
Pertemuan Taqiudin dengan dunia hukum terjadi 33 tahun lalu. Saat usianya 27 tahun, dia diterima menjadi panitera di Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Taqi kemudian tugas ke berbagai daerah di Jawa Barat. Tercatat ia pernah tugas di Pengadilan Agama Cibadak Sukabumi, Pengadilan Agama Cikarang dan Karawang. "Saya belum pernah dapet kesempatan jadi pengacara soalnya dulu tidak dapat kesempatan kuliah," ungkap dia.(asy)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template