Jimmy: Rekrutmen Buruh Kayak Zaman Belanda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jimmy: Rekrutmen Buruh Kayak Zaman Belanda

Jimmy: Rekrutmen Buruh Kayak Zaman Belanda

Written By Admin Raka on Selasa, 10 Juli 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Penerimaan tenaga kerja yang awalnya mulus-mulus saja ternyata mulai kusut. Antrean ratusan orang di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, rekrutmen liar, hingga masih adanya mafia tenaga kerja membuat persoalan semakin pelik.

Hal itu membuat Wakil Bupati Karawang Ahmad 'Jimmy' Zamakhsyari angkat bicara. Menurutnya, pola rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan Disnakertrans kondisinya mirip zaman Belanda. Orang-orang antre, berdesakan, lapar, panas-panasan. Tidak modern. Kuno. "Iya kalau dikasih makan, iya kalau masuk kerja. Sudah panas-panasan, berdesak-desakan, tapi tidak memiliki kesempatan pula. Kayak zaman Belanda," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (9/7) kemarin.

Ia melanjutkan, sudah sejak lama memberi masukan agar pola rekrutmen tenaga kerja berbasis online. Namun tidak pernah didengar. "Ketika bupati mengatakan rekrutmen tenaga kerja itu satu pintu di Disnaker, saya hidmat dengan perintah bupati. Maka saya berikan semuanya kepada Disnaker, saya sudah berikan saran dari dulu agar rekrutmen itu berbasis IT," ujarnya.

Menurut Jimmy rekrutmen tenaga kerja berbasis IT akan memudahkan warga Karawang untuk mencari kerja. Bahkan bisa mematikan para calo yang mencari keuntungan dari para pencari kerja. "Buat website yang canggih. Bila perlu angkat THL (tenaga harian lepas) yang bener-bener ngurusin website itu. Dari dulu pak Suroto itu iya iya saja, sampai sekarang tidak pernah ada realisasi," katanya.

Menurutnya, adanya rekrutmen tenaga kerja di luar dari Disnakertrans, merusak marwah Pemerintah Kabupaten Karawang. "Dari dulu saya sudah bilang, rekrutmen tenaga kerja itu sudah kayak benang kusut. Ada oknum HRDnya, ada oknum karang taruna, oknum LSM, banyak oknum di Disnakernya. Dari dulu saya sudah ngomong kayak gitu. Solusinya benang kusutnya harus dibakar pakai bensing, beli benang baru," paparnya.

Menurutnya, setelah  benang kusut tersebut dibakar. Ciptakan sistem yang sistematis, tersturuktur, berbasis IT dan ketegasan peraturan. "Saya yakin perusahaan itu mau semua. Saya yakin banget asal jangan multitafsir saja," tandasnya.

Persoalan lain, lanjut Jimmy, saat kunjungan kerja ke perusahaan, selalu berbicara Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Tenaga Kerja yang salah satu isinya adalah rekrutmen tenaga kerja 60 persen pribumi dan 40 persen pendatang, tidak pernah konsisten. Karena setelah berbicara soal perda tersebut, berujung pada pembicaraan kepentingan masing-masing. "Kenapa kunker kemarin saya tidak ikut, karena males. Karena belum seirama. Dan akhirnya lemah pemdanya. karena banyak pasca kunjungan kerja itu, banyak oknum yang datang mementingkan urusan sendiri-sendiri. Kalau rekomendasi saya ke bupati, ya ganti kepala dinasnya. Pindahin. Saya kan tidak punya wewenang kalau ke wilayah sana," paparnya.

Sementara itu di tempat berbeda, Kepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto menyampaikan rekrutmen tenaga kerja masih ada kendala. "Terkendala perusahaan masih banyak yang minta pemberkasan lamaran untuk mengetahui keabsahan dokumen lamaran. Dan masih banyak pelamar yang mengurus kartu kuning sekalian memasukkan lamaran," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template