Jangan Ada Perpeloncoan di Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jangan Ada Perpeloncoan di Sekolah

Jangan Ada Perpeloncoan di Sekolah

Written By Admin Raka on Selasa, 17 Juli 2018 | 14.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Hari pertama masuk sekolah identik dengan masa orientasi siswa baru. Meskipun berganti nama menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Koordinator Pengawas SMK mewanti-wanti agar tidak ada pelanggaran fisik dan perpeloncoan selama  dilangsungkannya MPLS selama tigas hari kedepan.

Ditemui saat Pembinaan Pra Akreditasi di SMK IPTEK Cilamaua, Koorwas SMK Karawang, Bambang Herdiana M.Pd mengatakan, MPLS bagi semua sekolah termasuk SMK itu ada kurikulumnya. Digelar selama tiga hari, kurikulum yang dibakukan Pemprov Jawa Barat tersebut lebih pada pendalaman-pendalaman materi bagi siswa baru, yang sasarannya mencetak siswa-siswi yang baik selama belajar di SMK tersebut.

Boleh-boleh saja sebut Bambang, sekolah berlakukan MPLS lebih dari 3 hari, asalkan kepanitiaan yang terdiri dari anak-anak OSIS dan guru ini terkontrol dan menyelami muatan lokal yang ada di sekolah tersebut. Seperti, SMK PGRi, muatan lokalnya materi ke PGRI an, atau pengenalan setiap kompetensi keahlian yang ada di sekolah tersebut secara optimal agar bisa menumbuhkan rasa semangat bagi siswa baru belajar dan berpikir bahwa sekolah yang ia pilih adalah tepat. "Kurikulum MPLS itu ada, digelar selama tiga hari dan dibiayai langsung dari Bos," katanya.

Mantan kepala SMKN 1 Karawang ini menambahkan, selama MPLS, dirinya ikut serta memantau SMK-SMK binaannya, sebab tidak boleh ada perpeloncoan siswa baru yang dilakukan oleh panitia, apapun alasannya. Jauh dari itu, larangan lain selama MPLS ini antara lain seperti memberikan tugas yang tidak logis dan membebankan kepada siswa, sampai dengan penerapan disiplin dengan kontak fisik berlebihan dan kata-kata kasar. Karenanya ia meminta, Kepala Sekolah selalu kontrol panitia dan arahkan agar bisa membuat program dan kegiatan lebih pada pembinaan karakter dan adaptasi dengan lingkungan sekolah.

Untuk itu, panitia dan manajemen sekolahnya harus bisa menjadi contoh dan teladan khususnya kepada siswa-siswi baru, sekecil apapun seperti membuang sampah pada tempatnya. Karenanya, MPLS ini semoga saja sasarannya bisa tepat untuk memacu semangat belajar siswa baru. "Harus jadi contoh, jangan mengolok-olok siswa baru dengan hal-hal berlebihan dan tidak logis," ucapnya. 

Kepala SMK IPTEK Cilamaya, Engkos Kosim M.Si mengatakan, MPLS di sekolahnya akan dijalankan sesuai dengan arahan dan kurikulum yang sudah ada. Bahkan di hari pertama, sebut Engkos, pihaknya lebih pada pendalaman materi-materi pembinaan karakter siswa, baik dari Kepolisian, BNNK dan lembaga lainnya. Kepanitian, sebut Engkos, terdiri dari guru dan siswa aktif, karena memberikan adaptasi bagi lebih dari 450 siswa baru bukan perkara instan, harus di perhatikan betul karakternya. Untuk itu, kontrol kepada panitia ini perlu, agar kiranya setiap materi seperti pengenalan sekolah, Wiyata Mandala, kompetensi keahlian dan lainnya bisa melekat dan bermanfaat selama MPLS dilangsungkan.

Dirinya juga tidak sungkan menerima arahan dari pengawas kaitan pelaksanaan MPLS ini, karena kita menginginkan siswa yang mengenyam pendidikan di SMK IPTEK ini berkualitas, berkarakter dan mampu berdaya saing prestasi akademik dan non akademiknya. "MPLS kita terapkan sesuai kurikulum, kita cari forum post bagaimana anak bisa adaptasi cepat dengan lingkungan sekolah dan memahami materi-materi selama MPLS yang kiranya bisa membentuk karakter mereka selama belajar di sekolah ini," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template