Iuran Bulanan Rp 150 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Iuran Bulanan Rp 150 Ribu

Iuran Bulanan Rp 150 Ribu

Written By Admin Raka on Kamis, 26 Juli 2018 | 17.00.00

BATUJAYA, RAKA- Guna menghindari tindakan pungutan liar (Pungli), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batujaya menghadirkan Tim Saber Pungli saat menggelar rapat bersama orang tua siswa, Selasa (24/7). Mengingat, rapat tersebut berisi tentang Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) SMAN 1 Batujaya yang bersangkutaan dengan finansial.

Tim Saber Pungli Polres Karawang dan Pengawas Provinsi, menurut Kepala SMAN 1 Batujaya, H Encep Burhan, pihaknya menghadirkan tim saber pungli agar dapat dipantau langsung. Mengingat, awal memasuki sekolah dan berkaitan dengan finansial itu riskan. Sementara, rapat tersebut dilakukan untuk mengambil keputusan bersama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. "Di sini kami paparkan seluruh anggaran yang diperlukan dan bantuan yang masuk ke sekolah, sehingga jelas kekurangan yang harus ditanggung orang tua siswa," ujarnya.

Lebih lanjutnya, kata Encep, saat ini bantuan yang diterima sekolah dari pemerintah tidak mencukupi kebutuhan operasional sekolah. Sehingga pihak sekolah memerlukan peran serta orang tua wali murid untuk membantu pembiayaan sekolah. "Rapat sudah memutuskan tahun ajaran ini ada iuran partisipasi orang tua siswa, yang besarnya sudah disepakati sebesar 150 ribu rupiah," katanya.

Di ketahui, iuran partisipasi tersebut hanya dibebankan kepada orang tua siswa yang dinilai mampu secara ekonomi. Sementara bagi siswa kategori tidak mampu (KETM) dibebaskan. "Khusus bagi 149 siswa kelas X dan XI yang termasuk kategori tidak mampu yang ada di sekolah kami, kita bebaskan dari biaya," katanya.
Sedangkan menurut Bripka Mutiara, kehadirannya ke SMAN 1 Batujaya tersebut agar dapat memantau langsung jalannya rapat antara orang tua siswa, komite dan pihak sekolah dalam penentuan anggaran yang dibebankan kepada setiap orang tua siswa. "Saya minta pihak sekolah  dapat terbuka, semua kebutuhan teemasuk RKAS harus terbuka, diumumkan dan dijelaskan kepada orang tua siswa," ucapnya.

Dirinya menegaskan kepada seluruh orangtua siswa yang hadir, jika ada yang tidak setuju atau keberatan dengan anggaran yang diajukan pihak sekolah, lebih baik di dikemukakan saat rapat. "Dari 58 poin ragam pungutan di sekolah itu hanya untuk pedoman saja, agar kedepannya tidak ada lagi pungli-pungli di sekolah. Dan kepada orangtua agar bisa melontarkan uneg-unegnya di sekolah," tegasnya.

Lain halnya dengan yang dirasakan salah satu orangtua siswa sekaligus Kepala Desa Karyamakmur Kecamatan Batujaya, Hartasim, dalam musyawarah tersebut orang tua siswa dikenakan iuran bulanan sebesar Rp 150 ribu setiap bulannya. Meskipun tak terlalu besar, namun dirinya merasa keberatan. "Bukan Kesanggupan tapi pemaksaan. Karena semakin berat rasanya biaya sekolah, belum transport, buku peralatan sekolah. 2 tahun sebelumnya ada juga hanya Rp 30 ribu, sedangkan sekarang naik drastis dan lagi keperluannya saya belum tau. Yang saya tau dan saya dapet dengar, uang itu untuk menutupi kekurangan anggaran untuk pembangunan, eskul, perpisahan yang sebesar 2 M lebih, jadi di bagi dan di  bebankan ke siswa," ujarnya.

Sementara, ada juga calon siswa yang benar-benar tidak mampu, namun tidak diterima oleh pihak sekolah meskipun sudah menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). "Iya kalau orang tua murid yang mampu, kalau yang tidak mampu, banyak masyarakat saya juga yang hidupnya sederhana, tidak tercover oleh SKTM, karena keterbatasan pihak sekolah nerima SKTM. Maka akan semakin sulit dan susah masyarakat, Ini bukan di kota, ini di desa yang hanya penghasilannya dari bertani dan serabutan, kami pemerintah desa selalu menyisir masyarakat untuk bersekolah, tapi kalo seperti ini ke depan akan banyak lagi para pemuda dan pemudi yang putus sekolah, saya yakin itu," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template