Hafidz dan Qori dari Berbagai Negara Lomba di Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hafidz dan Qori dari Berbagai Negara Lomba di Cilamaya

Hafidz dan Qori dari Berbagai Negara Lomba di Cilamaya

Written By Admin Raka on Jumat, 13 Juli 2018 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Setelah dibuka Presiden RI Joko Widodo di Istana, Rabu (11/7), Kongres ke V Pimpinan Pusat Jamiyyatul Qura Wal Hufadz (JQH) NU berjalan di Pondok Pesantren Ashidiqiyah Cilamaya Kamis (12/7). Sejumlah qori dan hafidz lintas pesantren NU di pelosok provinsi juga memeriahkan kegiatan kongres dalam MTQ ke 8 Nasional dan MTQ ke 2 Internasional di lingkungan pesantren pimpinan KH Hasanuri Hidayatullah tersebut.

Syaifullah Maksum, ketua Panitia Kongres JQH NU mengatakan, melalui tema mensyiarkan Alquran sebagai kitab Rahmatan Lil Alamin, kongres dan MTQ resmi dibuka presiden di istana pada Rabu (11/7). Bahkan, di sela pembukaan, lagu Mars JQH dan Mars Ya Ahlal Wathon NU bergema pertama kali di jantung ibu kota negara tersebut. "Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri, untuk para pengurus JQH di berbagai Kabupaten/Kota dan Provinsi Jabar," ungkapnya kepada Radar Karawang.

Saat ini, kata Syaeful, sebanyak 800 peserta hadir yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, dengan berbagai komposisi wakil cabangnya. Termasuk di hari terakhir nanti, delegasi hafidz dan qori dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Iran, Tunisia dan Thailand akan berlomba di hadapan puluhan pengawas dan dewan hakim MTQ. Sampai akhirnya nanti sambung Syaiful, kegiatan yang akan ditutup 15 Juli, akan dihadiri langsung Menteri Agama (Menag) RI, Plt gubernur Jawa Barat dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. "Alhamdulillah, pembukaan di istana sudah dilakukan. Pembukaan di tempat acara juga sudah digelar, sekarang saatnya kongres dan MTQ sampai nanti ditutup 15 Juli," katanya.

KH Muhaimin Zein MA, Ketua PP JQH NU mengatakan, selain memilih kepengurusan baru, Kongres JQH ini juga memberikan rekomendasi-rekomendasi progam di tahun-tahun mendatang. Organisasi di bawah naungan NU ini diakuinya, sempat tiarap selama masa orde baru. Tapi paska Gus Dur menjadi presiden, organisasi yang memiliki daya tawar internasional bagi Indonesia ini, kembali digelorakan. Bahkan, dalam rekomendasi ke Kementrian Agama nanti, JQH berharap ada kesetaraan dengan organisasi internasional lainnya, dimana jatah lomba MTQ internasional bukan saja utusan dari delegasi plat merah Kementrian agama atau LPTQ , tetapi juga dari JQH ini. Apalagi, paska kongres ke V ini, JQH juga akan mewacanakan seminar Alquran Internasional untuk membumikan Alquran. "Kenapa JQH berdiri sejak era Kemenag KH Wahid Hasyim yang sudah berjasa menjadi cikal bakal Tasrikh Quran baru kongres ke 5," ungkapnya.

Lebih jauh Muhaimin mengatakan, Kongres V saat ini bukan saja seremonial, tapi mengunggulkan kegiatan MTQ antar pesantren. Sebab, pesantren adalah aset NU walaupun MTQ nasional dan internasional yang digelarnya ini merupakan MTQ silaturahmi saja. Karenanya, dia berharap semua perwakilan provinsi dan delegasi tetap serius berlomba, sambil pihaknya sodorkan poin penting untuk keberlangsungan JQH ini masa-masa mendatang. "Kita sudah ada 25 wilayah untuk JQH, termasuk di dua negara istimewa," katanya.

KH Hasannuri Hidayatullah, pimpinan Pondok Pesantren Ashidiqiyah Cilamaya mengatakan, dia sadari betul bahwa tugas JHQ ini tidak mudah, karena bukan sebatas penjaga-penjaga Quran. Sebab pernah dikeluhkan Nabi Muhammad SAW, yang menyatakan bahwa suatu saat akan datang dimana dasar utama Alquran tapi banyak orang menghindarinya, ada juga yang sering  membaca tapi tidak mau pahami esensi isi dan maknanya. Bahkan ada juga yang paham isi dan maknanya, tapi jauh dari pengamalannya. Hal inilah nantinya Alquran benar-benar tidak dimakmurkan. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template