Gagal Tanam Jabon Petani Disarankan Tanam Pisang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gagal Tanam Jabon Petani Disarankan Tanam Pisang

Gagal Tanam Jabon Petani Disarankan Tanam Pisang

Written By Admin Raka on Senin, 30 Juli 2018 | 14.15.00

TEGALWARU, RAKA - Musim kemarau yang melanda Kecamatan Pangkalan mengakibatkan ratusan pohon jabon mati kekeringan. Akibat keadaan ini tidak sedikit warga yang mengaku mengeluarkan modal puluhan jutaan rupiah rugi ratusan juta.

Seperti dituturkan Dede (50) warga Kampung Bunder Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, dia harus kecewa akibat ratusan tanaman jabonnya mati karena tidak mendapatkan suplai air. Padahal dirinya berharap tanaman jabonnya tumbuh besar dan bisa dijualnya Rp 1 juta per batang. Apalagi lahan yang digunakannya untuk menanam jabon juga mencapai hampir 2 hektare, dan seluruhnya ditanami dengan jenis jabon putih.

Tadinya, sebut Dede, tanaman yang ditanam pada 2001 itu bisa dipanen pada 2018 ini, tetapi semua jadi buyar. Jangankan mendapatkan untung untuk kembali modal saja tidak. "Seharusnya jabon dengan usia hampir diatas 15 tahun itu maksimal berdiameter hampir 25 sentimeter, tapi ini malah sebaliknya pohonnya bahkan tidak bisa di panen," ucapnya.

Dirinya membeberkan bahwa tanaman jabon yang ditanamnya 17 tahun lalu seharusnya bisa menjadi tabungan yang bisa diandalkan, namun yang terjadi justru sebaliknya, investasi sebesar Rp 50 juta yang dikeluarkannya diatas lahan seluas hampir 3 hektar kandas tak berbekas.

Ujang (33) warga sekitar pun mengatakan hal sama jika menanam pohon jabon di lokasi Kebon Ceret yang menjadi perbatasan Desa Cipurwasari Kecamatan Tegalwaru dan Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan, cukup beresiko. Dirinya tidak menampik jika kesulitan air menjadi persoalan yang sangat pokok. Bahkan memberi saran jika tanaman yang cocok dengan kontur tanah di lokasi itu, hanya pisang batu dan pohon jati Belanda.

"Dari pertama saya lihat tanaman jabon yang banyak hidup di lahan itu tidak mengalami pertumbuhan yang bagus. Itu semua karena pasokan air yang minim sehingga pertumbuhannya tidak maksimal. Makanya sekarang banyak petani yang banting stir pindah jenis tanam dan mencoba ke tanaman pisang," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template