DLHK Kekurangan Armada Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DLHK Kekurangan Armada Sampah

DLHK Kekurangan Armada Sampah

Written By Admin Raka on Kamis, 12 Juli 2018 | 18.56.00

Sebabkan Pengangkutan Terhambat



KARAWANG, RAKA- Permasalahan sampah yang saat ini masih banyak menumpuk dan tersebar di setiap sudut pedesaan, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Pasalnya, dalam beberapa waktu yang cukup lama, sampah tersebut akan tetap menumpuk akibat terkendala armada pengangkut sampah yang dinilai minim.

Menurut Kabid Kebersihan DLHK, Nevi Fatimah, saat ini keberadaan sampah yang berada di seluruh Kabupaten Karawang, bisa dibersihkan dengan jumlah pengangkut sampah minimal 120 armada. "Pengambilan sampah bisa hingga bersih, kita butuh armada yang cukup, sedangkan kita hanya punya 65 armada saja. Belum lagi ada beberapa armada yang rusak," ucapnya, kepada Radar Karawang.

Adapun solusi lain dalam upaya membersihkan sampah, lanjut Nevi, selain memenuhi kebutuhan armada, pihaknya akan melakukan bekerja sama dengan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa (DPMD), agar setiap desa di masing-masing wilayah bisa ikut andil dalam pemeliharaan sampah tersebut. "Kita coba kerja sama dengan pihak DPMD, supaya desa bisa ikut serta dalam menjaga lingkungannya dari sampah," ucapnya.

Dirinya pun mengklaim, jika upaya dalam membersihkan sampah, selain memberikan pelayanan terhadap masyarakat, juga disertai seringnya memberikan imbauan dan sosialisasi, agar masyarakat lebih sadar terhadap kebersihan. Mengingat, kesadaran masyarakat sendiri yang saat ini masih minim. Padahal, produksi sampah dalam setiap harinya akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya kebutuhan. "Kita juga sangat berharap kesadaran masyarakat bisa lebih meningkat. Karena itu yang menjadi faktor utama," paparnya.

Sebelumnya, tokoh Pemuda Desa Malangsari Kecamatan Pedes, Jaja Abdulloh menyampaikan, persoalan sampah tidak bisa dibiarkan begitu saja. Meski memang sudah menjadi hal biasa ketika masyarakat membuang sampah rumah tangganya di tepian tanggul irigasi. Karena memang kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih belum terbentuk secara menyeluruh. "Minimal punya inovasi tersendiri agar sampah tidak selalu dikeluhkan, karena gak mungkin juga sih orang dinas turun langsung ke lapangan untuk memungut sampah,” ucapnya kepada Radar Karawang.

Kepanjangtanganan dinas atau sayap inilah yang nantinya akan bergerak ke tiap-tiap pelosok desa dengan memberikan solusi pemusnahan sampah, ataupun cara membuang yang baik hingga tidak terjadi lagi tumpukan sampah di tiap sudut desa. “Minimal disediakan tong sampah,” ucapnya.

Senada dengan Jaja, tokoh pemuda Desa Kalangsari Kecamatan Renasdengklok Abun Yamin Syam menyebutkan, jika Dinas Kesehatan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), Dinas Pendidikan dengan Karawang Cerdas, dan Dinas Pertanian dengan Gerakan Kelompok Tani (Gapoktan), seharusnya DLHK juga mempunyai sayap yang bisa berperan dalam mengelola sampah. “Selain melayani masyarakat langsung, beberapa dinas juga telah melakukan sosialisasi yang intens kepada masyarakat agar program atau tujuan dinas tersebut dapat tercapai,” ujar Abun.

Masih menurut Abun, cara mengatasi permasalahan sampah memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun tidak ada salahnya dicoba agar kesemrawutan sampah ini tidak terus berkepanjangan. Apalagi tumpukan sampah sudah banyak tersebar di mana-mana. “Apa salahnya dicoba untuk memberikan lingkungan sehat dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template