Produsen Ayam Waspada, Polisi Mulai Urusi Ayam dan Telur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Produsen Ayam Waspada, Polisi Mulai Urusi Ayam dan Telur

Produsen Ayam Waspada, Polisi Mulai Urusi Ayam dan Telur

Written By Admin Raka on Selasa, 24 Juli 2018 | 16.45.00

KARAWANG, RAKA - Tingginya harga daging ayam saat ini tak pelak mengundang kecurigaan pihak kepolisian. Kemarin (23/7) bersama Dinas Pangan dan Dinas Kesehatan institusi itu turun ke Pasar Johar menyelidiki mahalnya daging tersebut. Bahkan kegiatan itu turut mengerah satgas pangan.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menyampaikan turunnya jajaran kepolsian bersama satgas pangan, Dinas pangan Karawang, Dinas kesehatan untuk melaksanakan pengecekan langsung terhadap mahalnya daging ayam. "Dari hasil pengecekan langsung kepada pedagang, kita melihat harga telor ayam mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 29.000/kg sampai 30.000/kg, tetapi saat ini sudah turun menjadi Rp 25.000/kg. Begitupun daging ayam dari Rp 40.000/kg jadi Rp 38.000/kg," ucap Kapolres. 

Namun ditegaskan kapolres, pihaknya akan terus memantau harga ayam dan telur ayam di pasar sekalipun saat ini harganya cendrungan turun, namun pihaknya akan pastikan jika harga harus kembali normal yaitu telur Rp 22.000/kg dan ayam Rp 31.000/kg. "Hasil pengecekan sementara beberapa hari ini kita menduga tingginya harga telur dan daging ayam akibat berkurangnya suplai ke pasar, terutama komditas telur," tandas kapolres.

Bahkan untuk itu, tambah Kapolres Slamet, pihak akan berkordinasi dengan para produsen untuk bisa mengetahui penyebab dari kenaikan harga itu. "Yang jelas kita belum menemukan adanya indikasi penimbunan maupun penyalagunaan ekonomi lainnya. Tetapi kita akan koordinasi dengan pemda terkait ini, kita akan bersama-sama satgas untuk melakukan operasi pangan," katanya.

Kepala Dinas Pangan Khadarisman menyampaikan pihaknya pun akan terus memantau harga telur ayam dan daging ayam. Dua jenis bahan pokok itu sekarang ini dikeluhkan masyarakat karena mahalnya. "Kita akan terus monitor distributor, sebab kita punya panel harga yang dilaporkan setiap hari. Jika indikasi harga naik lagi kita akan terus lakukan operasi pasar, sehingga harga bisa kembali lagi pada normalnya," janjinya.

Sementara pedagang ayam di Pasar Johar Ali (26) mengeluhkan mahalnya harga daging ayam membuat pelanggannya turun. Dia sendiri tidak mengetahui mengapa harga ayam tidak turun-turun. Biasanya kenaikannya hanya menjelang dan pas lebaran dan akan kembali normal setelah lebaran.  "Saya juga tidak tahu apa penyebabnya harga ayam itu naik, dan ini terjadi sejak awal tahun 2018, bukan saat ini saja terjadi kenaikannya," terangnya.

Ali menambahkan harga normal ayam boiler biasanya Rp 25.000/kg tapi saat ini masih Rp 38.000/kg sehingga dikeluhan konsumen. "Saya mengambil ayam dari Tasikmalaya dan ayam yang kita jual semuanya sehat, tidak ada yang mati kemarin (tiren) dan yang muyung juga tidak ada," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template