Dishub Bisa Kandangkan Truk, Agustus ini Berlaku untuk Truk Kelebihan Tonase - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dishub Bisa Kandangkan Truk, Agustus ini Berlaku untuk Truk Kelebihan Tonase

Dishub Bisa Kandangkan Truk, Agustus ini Berlaku untuk Truk Kelebihan Tonase

Written By Admin Raka on Sabtu, 21 Juli 2018 | 11.15.00

KARAWANG, RAKA - Para pengusaha angkutan umum maupun pribadi baik bus, angkot terlebih truk jangan coba-coba melintas di jalur nasional dengan muatan melebih beban. Jika itu terjadi, maka bersiap-siaplah untuk ditindak tegas, bisa berupa menurunkan sebagian muatan sampai mengandangkan kendaraan.

Kepala Dinas perhubungan Kabupaten Karawang Arief Bijaksana Maryugo kepada Radar Karawang, Jumat (20/7) mengatakan itu. Tindakan tegas itu, terang Arief, merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan untuk menertibkan pengendara-pengendara truk yang mengangkut muatan melebihi tonase. Sehingga bisa berdampak terhadap kerusakan jalan.

"Sesuai informasi dari Kementerian perhubungan, pada 1 Agustus nanti kendaraan roda empat yang melintasi jalan nasional akan ditindak tegas jika mengangkut muatan melebihi tonase," ujar Arief. Tindakan yang sama juga berlaku terhadap bus-bus karyawan dan angkutan lainnya yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan.

Ditanya tindakan tegas apa yang akan diberlakukan, Arief tegas mengatakan bisa sampai tindakan mengandangkan kendaraan. "Kita tegas dan akan menurunkan barang yang dibawa jika ternyata melebihi tonase. Malah bisa sampai dengan tindakan mengandangkan kendaraannya," papar Arief.

Disinggung acuan untuk menentukan muatana kendaraan melanggar aturan, Arief dengan fasih menjawab ada alat khusus untuk kebutuhan itu. Alat itulah nantinya akan mengukur apakah muatan kendaraan bersangkutan sesuai aturan atau tidak. "Itu sudah disiapkan alat khususnya dari Kementerian. Alat ini sebagai acuan melanggar atau tidak," tandas Arief.

Dijelaskan Arief, sebelumnya untuk menentukan muatan kendaraan berlebih atau tidak ada timbangannya, tetapi sekarang tidak seperti itu lagi. "Biasanya untuk yang over load itu ditimbangan, tapi saat ini sudah ada alat portebel dengan diinjak oleh mobil masuk dalam komputerice dan akan keluar ukuran," terangnya.

Saat ditanya dilokasi mana saja nantinya menjadi titik-titik rawan berpotensi dilakukan penindakan, Arif juga tangkas menjawab, dua titik paling rawan yakni Tanjungpura dan Simpang Jomin. "Penindakan bisa di Tanjungpura bisa juga di Simpang Jomin. Pesan kita berangkatlah dengan muatan sesuai aturan sekalipun kendaraan dari pabrik," ucapnya.

Selain itu, Arief sempat menyinggung-nyinggung kegeraman menteri perhubungan terhadap pengendara truk yang melakukan pelanggaran muatan lebih atau over dimensi over load (ODOL). (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template